JAKARTA, JakartaHype.com - Tirai kualifikasi Piala Dunia 2026 akhirnya resmi menutup dirinya. Seluruh 48 tiket sudah terisi, dan dua nama besar Eropa yang absen dari daftar itu bakal membuat banyak penggemar sepak bola geleng-geleng kepala: Italia dan Polandia. Sementara dari sudut pandang Asia Tenggara, ada secercah kebanggaan yang berakhir menyakitkan.

Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah — 48 tim, 12 grup, dan 104 pertandingan. Lebih dari sebelumnya, lebih besar dari pernah ada.


                                         [Foto: Instagram Fabrizio Romano]

Italia: Menanggung Malu Tiga Kali Berturut-turut

Ini bukan sekadar kekalahan biasa. Italia — negara dengan empat gelar juara dunia di laci tropi mereka — kini resmi menjadi tim pertama mantan juara dunia yang absen dari tiga Piala Dunia berturut-turut. Setelah terdepak dari kualifikasi 2018 dan 2022 dengan cara yang memalukan, Gli Azzurri kembali pulang tangan hampa pada Maret 2026 ini.

Di babak playoff UEFA, Italia sebenarnya tampil baik di semifinal — mengalahkan Irlandia Utara 2-0 dengan meyakinkan. Tapi di final playoff Path A, Bosnia dan Herzegovina menunggu di kandang sendiri di Zenica. Dan hasilnya? Setelah imbang 1-1 di waktu normal, Italia ambruk di adu penalti 1-4. Tragedi yang sangat sempurna bentuknya.

Gianluigi Donnarumma, Sandro Tonali, Manuel Locatelli — nama-nama besar itu tidak cukup. Italia sekali lagi harus menonton Piala Dunia dari sofa rumah.

Polandia: Lewandowski Terima Pukulan Perpisahan yang Menyakitkan

Di sisi lain bracket playoff, drama serupa terjadi untuk Polandia — dan bagi Robert Lewandowski, ini terasa seperti luka yang tidak akan cepat sembuh.