JAKARTAHYPE.COM - Sutradara ternama Charles Gozali secara resmi meluncurkan karya sinematik terbarunya, film horor-aksi berjudul Badut Gendong, ke seluruh jaringan bioskop di Indonesia pada hari Rabu, 27 Mei 2026.
Film ini dirilis bertepatan dengan momentum libur Lebaran Idul Adha, memberikan pilihan tontonan baru bagi masyarakat yang ingin menikmati hiburan di masa liburan panjang.
Karya dari sosok di balik film sukses seperti Qodrat dan Pemukiman Setan ini telah menarik perhatian publik sejak masa produksi. Dilansir dari Suara, perilisan serentak ini menandai langkah besar dalam genre horor Indonesia.
Antusiasme tinggi terlihat dari sesi Gala Premiere yang diadakan pada 22 Mei lalu, di mana sejumlah figur publik turut memberikan ulasan positif mengenai kualitas film tersebut.
Komedian Yono Bakrie menyampaikan kekagumannya yang mendalam terhadap film tersebut, menyatakan bahwa film ini benar-benar luar biasa. "Kosa kata abis saking kerennya!" tutur Yono Bakrie, menggarisbawahi betapa memukaunya tayangan tersebut.
Aktor Ardit Erwandha juga memberikan apresiasi tinggi atas ketegangan yang dihadirkan sepanjang pemutaran film, bahkan langsung berharap akan adanya kelanjutan cerita. "Langsung aja sekuelnya, gausah lama-lama!" harap Ardit, sebagaimana tertuang dalam siaran pers yang diterima Suara.
Aktor Dion Wiyoko menyoroti aspek keberanian dalam produksi film ini, menilai eksekusi horor berskala besar yang dilakukan sutradara patut mendapat pujian. "Beyond expectation, keberanian sutradara mengeksekusi horor berskala besar patut diapresiasi," kata Dion Wiyoko.
Aming turut mengungkapkan kekagumannya terhadap keunikan premis dan kualitas akting para pemain yang terlibat dalam Badut Gendong. "Premisnya unik banget, beda! Eksekusi bagus banget, actionnya juga, karakternya dan ansambel aktornya juara kabeh!" ujar Aming kagum.
Secara naratif, film ini berpusat pada kisah Darso, yang diperankan oleh Marthino Lio, seorang pria yang terpuruk dalam kesedihan mendalam usai sang istri, Darsi (diperankan Dayinta Melira), meninggal secara tragis akibat kekerasan preman.