JAKARTAHYPE.COM - CEO OpenAI, Sam Altman, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada warga Tumbler Ridge, British Columbia, Kanada. Permintaan maaf ini terkait tragedi penembakan massal yang terjadi pada Februari lalu di kota kecil tersebut.
Tragedi ini melibatkan Jesse Van Rootselaar, seorang remaja transgender berusia 18 tahun, yang menewaskan delapan orang di rumah dan sebuah sekolah di Tumbler Ridge. Peristiwa mengerikan ini menjadi sorotan utama dalam pengakuan kegagalan internal OpenAI.
OpenAI diketahui telah memblokir akun ChatGPT milik pelaku pada bulan Juni 2025. Pemblokiran ini dilakukan sekitar delapan bulan sebelum penembakan terjadi, karena adanya kekhawatiran terkait potensi penggunaan akun tersebut untuk aktivitas kekerasan.
Namun, pihak OpenAI menyatakan bahwa mereka tidak melaporkan pemblokiran akun tersebut kepada pihak kepolisian setempat. Keputusan ini diambil karena pada saat itu, perusahaan tidak menemukan indikasi adanya serangan atau ancaman kekerasan yang akan segera dilancarkan.
Penanganan insiden ini menuai kritik keras dari berbagai pejabat di Kanada. Sebagai tindak lanjut, pemerintah Kanada bahkan memanggil pimpinan OpenAI ke Ottawa untuk memberikan penjelasan mendalam mengenai prosedur keamanan yang diterapkan perusahaan.
Keluarga salah satu korban, seorang siswi yang tertembak dan mengalami luka serius dalam insiden di sekolah, turut mengambil langkah hukum. Mereka telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut atas dugaan kelalaian dalam pengawasan.
Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada komunitas Tumbler Ridge dan dipublikasikan oleh media setempat, Altman menyatakan penyesalan yang sangat mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa tragedi semacam itu tidak seharusnya menimpa siapapun.
"Tidak seorang pun seharusnya harus mengalami tragedi seperti ini," tulis Sam Altman dalam suratnya kepada komunitas tersebut.
Altman secara spesifik menyoroti kegagalan krusial perusahaan dalam menginformasikan pihak berwenang mengenai pemblokiran akun yang dilakukan sebelumnya. Ia mengakui kesalahan tersebut secara terbuka.