SYDNEY & LOS ANGELES, JakartaHype.com – Platform komunikasi visual terkemuka, Canva, resmi mengumumkan evolusi terbesarnya sejak diluncurkan pada 2013 dengan memperkenalkan AI Canva 2.0. Inovasi ini menandai transformasi Canva dari sekadar alat desain menjadi sistem inti alur kerja yang didukung oleh teknologi agen kecerdasan buatan (AI).

Pengumuman ini disampaikan dalam acara unggulan perusahaan, "Canva Create", di Los Angeles pada 16 April 2026. Melalui AI Canva 2.0, platform ini berupaya mendefinisikan ulang cara tim mengembangkan ide hingga mengeksekusinya dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Arsitektur Desain Berbasis Agen
AI Canva 2.0 menghadirkan lapisan arsitektur baru yang memungkinkan proses desain dilakukan melalui percakapan alami. Fitur Desain Berbasis Percakapan memungkinkan pengguna mewujudkan ide hanya melalui perintah suara atau teks, tanpa harus memulai dari halaman kosong. Berbeda dengan AI konvensional, sistem ini mampu mempertahankan konteks selama proses kreatif berlangsung.

Selain itu, terdapat fitur Orkestrasi Agen yang mampu memahami instruksi kompleks, seperti membuat rencana kampanye multiplatform. Sistem ini secara otomatis memilih alat yang tepat dan mengoordinasikannya untuk menghasilkan karya dalam berbagai format. Didukung oleh Kecerdasan Berbasis Objek, pengguna kini dapat mengedit elemen spesifik secara akurat tanpa mengubah struktur desain lainnya.

Untuk menjaga konsistensi, fitur Memori Lestari akan mempelajari gaya dan preferensi merek pengguna seiring waktu, sehingga setiap hasil kreasi tetap selaras dengan identitas visual perusahaan secara otomatis.

Otomasi Alur Kerja dan Integrasi Ekosistem
Canva kini memposisikan diri sebagai pusat alur kerja dengan fitur Konektor. Pengguna dapat menghubungkan Canva dengan berbagai aplikasi produktivitas seperti Slack, Gmail, Google Drive, hingga Zoom. Hal ini memungkinkan AI untuk merangkum hasil rapat menjadi dokumen atau mengubah email menjadi materi promosi secara instan.

Fitur Penjadwalan juga memungkinkan AI bekerja di latar belakang untuk melakukan tugas rutin, seperti membuat konten media sosial harian dan menerjemahkannya ke berbagai bahasa. Selain itu, Canva memperkenalkan Sheets AI untuk pembuatan spreadsheet otomatis dan fitur Impor HTML yang memungkinkan pengeditan visual pada file kode interaktif.

Inovasi Riset dan Fitur Offline untuk Indonesia
Di balik kecanggihan ini, Frontier AI Lab milik Canva telah mengembangkan model fondasi multimodal yang diklaim jauh lebih efisien. Model proprietary seperti Canva Proteus dan Canva Lucid Origin dilaporkan bekerja hingga 7 kali lebih cepat dan 30 kali lebih hemat biaya dibandingkan alternatif AI lainnya di pasar.

Menanggapi kebutuhan pengguna global, termasuk di Indonesia, Canva turut meluncurkan fitur Canva Offline. Fitur yang paling banyak diminta ini memungkinkan pengguna tetap berkarya tanpa koneksi internet. Semua perubahan akan disinkronkan secara otomatis saat perangkat kembali terhubung. Langkah ini diharapkan menjadi solusi bagi pelaku UMKM, pelajar, dan profesional di wilayah dengan akses internet terbatas.