JAKARTAHYPE.COM - Perubahan signifikan dalam regulasi pertandingan bulu tangkis telah disetujui secara resmi oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melalui mekanisme pemungutan suara. Keputusan ini diambil dalam agenda Rapat Umum Tahunan (Annual General Meeting) BWF yang baru saja diselenggarakan.
Keputusan krusial mengenai sistem penilaian baru ini ditetapkan di Horsens, Denmark, bertepatan dengan penyelenggaraan turnamen bergengsi Thomas Cup dan Uber Cup. Forum tahunan ini menjadi lokasi pengambilan keputusan penting yang akan membentuk masa depan olahraga tepok bulu tersebut.
Sistem skor baru yang disepakati adalah format 15 poin yang dimainkan dalam format tiga gim (best of three games). Format ini secara otomatis mengurangi total poin yang dibutuhkan untuk memenangkan sebuah pertandingan dibandingkan dengan sistem sebelumnya yang menggunakan 21 poin.
Proses pengambilan keputusan ini dilakukan melalui mekanisme voting yang menunjukkan dukungan mayoritas dari negara anggota BWF. Hasil voting menunjukkan bahwa sebanyak 198 negara memberikan suara setuju terhadap perubahan tersebut, sementara hanya 43 negara yang menolaknya.
Dikutip dari CNN Indonesia, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) resmi menyetujui perubahan sistem skor menjadi 15 poin x 3 gim (best of three games) dalam 87th BWF Annual General Meeting (AGM) di Horsens, Denmark," tulis media tersebut.
"Keputusan ini disahkan melalui voting dengan hasil 198 negara setuju dan 43 negara menolak. Sistem baru akan mulai berlaku pada 4 Januari 2027," tambah pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.
Implementasi sistem skor 15x3 ini dijadwalkan akan mulai berlaku secara penuh pada tanggal 4 Januari 2027. Hal ini memberikan waktu adaptasi yang cukup bagi seluruh federasi nasional dan atlet sebelum aturan tersebut resmi diterapkan.
Dengan pemangkasan enam angka dari sistem lama (21x3), secara umum durasi pertandingan diprediksi akan menjadi lebih pendek. Kondisi ini menuntut atlet untuk lebih siap sejak awal permainan karena margin kesalahan menjadi lebih kecil.
Menanggapi perubahan ini, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyatakan kesiapannya untuk melakukan penyesuaian strategi. PBSI berkomitmen memastikan para atlet Merah Putih tetap berada di posisi kompetitif meski menghadapi regulasi baru ini.