Jakarta, JakartaHype.com - Pernah tidak, kamu baru kenal seseorang atau orang baru tapi rasanya sudah akrab banget? Banyak yang bilang itu "firasat" atau kecocokan saja. Tapi ternyata, dunia psikologi punya penjelasan yang masuk akal soal perasaan nyaman ini.
Ternyata Karena Ada Kemiripan
Menurut studi dalam Social Psychological and Personality Science, rasa nyaman itu sering kali muncul karena kita merasa "satu frekuensi". Bisa jadi karena punya hobi yang sama, cara berpikir yang mirip, atau pengalaman hidup yang hampir sama. Kemiripan inilah yang membuat kita lebih cepat percaya pada orang lain.
Pentingnya Bahasa Tubuh
Selain karena nyambung secara pemikiran, gerak-gerik tubuh juga berpengaruh besar. Kontak mata yang pas, senyuman yang tulus, dan posisi tubuh yang santai memberikan sinyal kalau orang tersebut ramah. Tanpa sadar, otak kita menangkap sinyal itu dan berkata, "Oke, orang ini aman."
Didengar Tanpa Dihakimi
Faktor lain yang bikin kita betah ngobrol lama-lama adalah kemampuan mendengarkan. Saat kita bercerita dan lawan bicara mendengarkan dengan penuh empati tanpa langsung menghakimi, akan muncul rasa aman. Hubungan jadi terasa lebih setara karena tidak ada yang merasa paling dominan.
Memori Masa Lalu
Uniknya, otak kita suka "mencocokkan" orang baru dengan kenangan lama. Kalau orang yang baru kita temui punya sifat yang mirip dengan sosok yang dulu bikin kita merasa terlindungi, maka rasa nyaman itu akan muncul lebih cepat secara otomatis.