Jakarta, JakartaHype.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya peningkatan suhu udara yang signifikan di wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data pantauan, suhu maksimum mencapai angka 35 hingga 36 derajat Celsius, dengan titik panas tertinggi terdeteksi di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya.
Prakirawan cuaca BMKG, Rira Damanik, menjelaskan bahwa cuaca terik ini dipicu oleh dominasi kondisi langit cerah sejak pagi hingga siang hari. "Kondisi cuaca cerah membuat intensitas penyinaran matahari terasa sangat menyengat," ujar Rira dalam keterangannya, dikutip dari Laman Detik pada Selasa (28/4/2026).
Faktor Utama Pemicu Panas
Menurut analisis BMKG, terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan kondisi suhu ekstrem ini:
Posisi Semu Matahari: Saat ini matahari berada di sekitar garis khatulistiwa, sehingga wilayah Indonesia menerima intensitas radiasi matahari pada titik maksimum.
Minimnya Tutupan Awan: Langit yang bersih tanpa awan menyebabkan radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa hambatan atmosferik.
Pengaruh Angin Timuran: Adanya aliran angin kering dari Australia (Angin Timuran) menghambat pertumbuhan awan hujan di selatan ekuator, termasuk wilayah Jabodetabek.
Bukan Fenomena El Nino
Pihak BMKG membantah spekulasi mengenai masuknya fenomena El Nino. Kondisi yang terjadi saat ini ditegaskan sebagai dinamika cuaca musiman. BMKG memprediksi cuaca panas terik ini masih akan berlangsung hingga awal Mei 2026.