JAKARTAHYPE.COM - Cuaca di Provinsi Jawa Timur diprakirakan mengalami eskalasi yang cukup ekstrem pada hari Kamis, 21 Mei 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengambil langkah antisipatif dengan mengeluarkan peringatan dini cuaca.
Peringatan ini secara spesifik menyoroti meluasnya ancaman kilat dan petir yang diprakirakan terjadi di banyak wilayah di provinsi tersebut. Informasi ini dirilis melalui Stasiun Meteorologi Juanda sebagai bentuk kesiapsiagaan publik.
Berdasarkan data infografis terbaru yang dipublikasikan pada pukul 08.33 WIB, kondisi atmosfer menunjukkan bahwa hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur berada di bawah potensi awan gelap. Hal ini mengindikasikan potensi cuaca buruk yang signifikan.
Lonjakan peringatan dini paling tajam terlihat pada kategori hujan yang disertai dengan sambaran petir. BMKG telah merilis daftar komprehensif yang mencakup 33 daerah yang diprediksi akan terdampak langsung oleh fenomena ini.
Daftar 33 daerah terdampak ini membentang luas, meliputi kawasan dari ujung barat, pesisir utara, area metropolitan, hingga wilayah Pulau Madura dan tapal kuda Jawa Timur. Ini menunjukkan cakupan peringatan yang sangat luas.
Wilayah-wilayah yang termasuk dalam daftar waspada petir tersebut antara lain Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Kota Batu, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Malang, Kota Pasuruan, Surabaya, Lamongan, Lumajang, Madiun, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Sumenep, Trenggalek, Tulungagung, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo.
Selain ancaman sambaran petir yang merata di puluhan wilayah tersebut, BMKG juga menetapkan tujuh wilayah spesifik dalam status Waspada untuk hujan sedang hingga lebat. Sebagian besar daerah ini terkonsentrasi di kawasan selatan dan tengah Jatim.
Tujuh wilayah yang diwaspadai lebih intensif karena potensi curah hujan tinggi adalah Jember, Lumajang, Malang, Pasuruan, Trenggalek, Ngawi, dan Ponorogo. Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan cuaca di area tersebut.
BMKG secara tegas mengimbau seluruh masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan begitu awan mulai menunjukkan kegelapan. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko paparan sambaran listrik alam.