JAKARTAHYPE.COM - Maraknya popularitas minuman matcha belakangan ini turut memunculkan berbagai diskusi di media sosial mengenai potensi efek sampingnya, salah satunya adalah isu kerontokan rambut yang terjadi secara mendadak. Banyak penggemar minuman teh hijau bubuk ini menjadi bertanya-tanya mengenai kebenaran klaim tersebut.
Kabar baiknya, menurut para ahli, konsumsi matcha bukanlah penyebab langsung dari kerontokan rambut yang terjadi secara tiba-tiba. Akan tetapi, isu ini dikaitkan erat dengan pengaruh matcha terhadap kadar zat besi dalam tubuh seseorang.
Heather Viola, seorang dokter perawatan primer sekaligus asisten profesor kedokteran internal umum di Mount Sinai, menjelaskan mekanisme yang mendasari hal ini. Ia menyatakan bahwa penurunan kadar zat besi dalam tubuh dapat mengakibatkan rambut menjadi lebih rentan rontok.
Lebih lanjut, Dr. Viola menjelaskan bahwa senyawa yang terkandung dalam matcha berpotensi mengikat zat besi non-heme—zat besi yang berasal dari makanan—di saluran pencernaan. Hal ini membuat tubuh menjadi lebih sulit menyerap zat besi dari asupan makanan.
"Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi 1 sampai 2 gelas matcha bisa mengurangi penyerapan zat besi non-heme hingga 60 sampai 70 persen, meskipun tidak ada batasan pasti jumlah konsumsi yang memicu efek ini," kata Dr. Viola, sebagaimana dilansir dari Vogue.
Efek pengurangan penyerapan zat besi ini cenderung lebih terasa jika seseorang mengonsumsi matcha sesaat sebelum atau sesudah menyantap makanan yang kaya akan zat besi. Individu yang menjalankan pola makan vegan, vegetarian, atau yang sudah memiliki riwayat anemia dan kadar zat besi rendah rentan sekali terpengaruh.
Dr. Viola juga memaparkan beberapa efek samping lain dari konsumsi matcha, termasuk potensi iritasi lambung, gangguan pencernaan, hingga kemungkinan stres pada hati jika dikonsumsi dalam dosis yang sangat tinggi. Selain itu, matcha juga mengandung kafein yang dapat memicu kecemasan, insomnia, dan sakit kepala, serta berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan tertentu.
Samantha Dieras, direktur layanan nutrisi rawat jalan di Mount Sinai Hospital, menawarkan solusi praktis agar penggemar tetap bisa menikmati matcha tanpa khawatir mengganggu penyerapan zat besi. Cara ini dianggap sebagai alternatif agar tidak perlu menghentikan konsumsi matcha sama sekali.
"Kamu bisa minum matcha satu atau dua jam sebelum konsumsi makanan yang kaya akan zat besi agar tidak berefek negatif pada tubuh," saran Dieras. Dieras juga menambahkan bahwa mengombinasikan matcha dengan makanan kaya Vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi.