JAKARTAHYPE.COM - FC Basel kini menghadapi ujian krusial dalam dua pertandingan terakhir Liga Super Swiss musim ini, yaitu laga melawan St. Gallen pada Kamis mendatang. Situasi ini menjadi sangat menentukan karena klub tersebut terancam gagal meraih jatah kompetisi Eropa untuk kedua kalinya dalam 25 tahun terakhir.

Performa buruk The Bebbi belakangan ini sangat memengaruhi posisi mereka di klasemen sementara, di mana mereka menelan tiga kekalahan dalam empat pertandingan liga terakhir. Akibatnya, posisi keempat klasemen, yang merupakan zona kualifikasi Conference League, kini terasa sangat sulit dijangkau.

Posisi keempat saat ini dipegang oleh Sion, yang unggul lima poin dan memiliki selisih gol yang jauh lebih baik dibandingkan Basel. Sion berpeluang mengunci posisi tersebut jika mereka berhasil meraih setidaknya satu poin saat menjamu Lugano pada hari yang sama dengan laga Basel.

Klub dari timur Swiss, St. Gallen, yang akan dihadapi Basel, memiliki potensi untuk menggagalkan ambisi Basel lebih cepat. Hal ini terjadi jika St. Gallen berhasil memenangkan pertandingan final Piala Swiss pada 24 Mei melawan Stade-Lausanne-Ouchy, meskipun mereka berada di kasta liga yang lebih rendah.

Kebutuhan Basel sangat jelas: mereka wajib memenangkan enam poin dari dua laga sisa sambil berharap hasil buruk didapatkan oleh pesaing langsung mereka di papan atas klasemen. Pertandingan krusial antara Basel melawan St. Gallen dalam Championship Group dijadwalkan berlangsung pada Kamis (Auffahrtstag) mulai pukul 16:30 waktu setempat dan dapat disaksikan melalui siaran langsung SRF zwei mulai pukul 16:10.

Dilansir dari sumber berita, Pelatih kepala FC Basel, Stephan Lichtsteiner, mengungkapkan betapa beratnya situasi yang dihadapi timnya pasca kekalahan telak 0-3 dari YB. Ia menyatakan bahwa untuk mengamankan tiket Eropa, timnya kini memerlukan "sebuah keajaiban kecil".

Jika skenario terburuk terjadi dan FC Basel gagal melaju ke kompetisi Eropa, klub tersebut diprediksi akan kehilangan potensi pendapatan finansial yang signifikan, meskipun pendapatan dari Conference League dianggap lebih kecil dibandingkan partisipasi di Europa League musim ini.

Di samping isu performa lapangan, FC Basel juga sedang menghadapi ketidakpastian di sisi manajerial, di mana klub masih gencar mencari figur baru untuk mengisi posisi penting seperti kiper utama (menggantikan Marwin Hitz) dan direktur olahraga baru (sebagai pengganti Daniel Stucki).

Namun, Basel masih memiliki modal optimisme untuk laga kandang melawan St. Gallen di St. Jakob-Park, mengingat rekor minor sang lawan di stadion tersebut. St. Gallen tercatat sudah tujuh pertandingan terakhir tanpa meraih kemenangan saat bertandang ke markas Basel.