JAKARTAHYPE.COM - Misi Artemis II NASA telah mencatatkan tonggak sejarah baru dalam eksplorasi luar angkasa oleh umat manusia. Para astronaut tidak hanya menuju Bulan yang biasa terlihat, namun mereka berhasil mencapai titik terjauh dari planet Bumi.

Perjalanan bersejarah ini melibatkan empat astronaut terpilih: Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada. Mereka memulai fase penting ketika memasuki pengaruh gravitasi Bulan pada 6 April pukul 00:37 EDT.

Salah satu astronaut, Christina Koch, menyampaikan antusiasmenya mengenai pencapaian ini. "Kita akan jatuh ke Bulan, bukan menjauh dari Bumi, Ini merupakan tonggak sejarah yang luar biasa!" kata Koch, dilansir dari IFL Science, Selasa (7/4/2026).

Puncak dari misi ini direncanakan akan terjadi pada hari yang sama, tepatnya pukul 19:05 EST. Pada waktu tersebut, wahana antariksa Orion yang membawa awak akan berada pada jarak maksimumnya dari Bumi.

Jarak maksimum yang dicapai oleh Orion dan awaknya diperkirakan mencapai 406.773 kilometer dari Bumi. Jarak ini secara signifikan melampaui rekor yang pernah dipegang oleh misi Apollo 13.

Misi Apollo 13, yang dilaksanakan 56 tahun lalu, tercatat hanya mampu melakukan perjalanan yang jaraknya 6.600 kilometer lebih pendek dibandingkan dengan pencapaian Artemis II saat ini. Hal ini menegaskan betapa signifikan kemajuan teknologi yang dicapai.

Keempat astronaut tersebut telah berbagi pemandangan menakjubkan dari perjalanan mereka, menampilkan perspektif baru dari sisi Bulan yang jarang terekspos. Pemandangan ini menawarkan pemahaman berbeda tentang tetangga terdekat Bumi.

Salah satu fitur permukaan yang terlihat jelas adalah Oceanus Procellarum, sebuah dataran lava luas yang membentang di tepi barat Bulan dari

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Cnbcindonesia. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.