JAKARTAHYPE.COM - Apple Inc. dikabarkan tengah melakukan penjajakan serius dengan Intel dan Samsung untuk memproduksi chip utama perangkat mereka, termasuk iPhone dan MacBook, di Amerika Serikat. Langkah strategis ini merupakan respons terhadap kekhawatiran mendalam mengenai kerentanan rantai pasok global dan ketergantungan tunggal pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).
Diskusi awal ini dilaporkan telah dilakukan oleh Apple dengan Intel mengenai kemungkinan pemanfaatan layanan manufaktur chip milik perusahaan semikonduktor asal AS tersebut. Selain itu, disebutkan bahwa eksekutif Apple juga telah mengunjungi fasilitas pabrik Samsung yang sedang dibangun di Texas, AS, yang direncanakan untuk memproduksi chip berteknologi mutakhir.
Dilansir dari CNBC Indonesia, hingga saat ini belum ada kontrak atau pemesanan resmi yang dikeluarkan oleh Apple kepada Intel maupun Samsung. Semua pembicaraan yang terjadi masih berada dalam tahap eksplorasi awal, menunjukkan bahwa keputusan akhir belum dibuat oleh perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook tersebut.
Apple diketahui masih menyimpan kekhawatiran signifikan terkait kesiapan teknologi manufaktur chip dari pemasok selain TSMC. Oleh karena itu, belum ada kepastian apakah perusahaan teknologi raksasa tersebut benar-benar akan memutuskan untuk menggandeng pemasok baru untuk produksi chip mereka di masa mendatang.
Juru bicara resmi dari Apple, Intel, Samsung, dan TSMC semuanya menolak memberikan komentar atau konfirmasi terkait perkembangan informasi mengenai penjajakan kerjasama produksi chip ini.
Kabar mengenai pendekatan Apple terhadap Intel segera memberikan dampak signifikan pada pasar saham AS, di mana saham Intel sempat melonjak hingga 12% dan mencapai rekor tertinggi baru saat perdagangan di New York pada hari Selasa waktu setempat. Secara keseluruhan, saham Intel telah menunjukkan kenaikan substansial melebihi 180% sepanjang tahun berjalan ini.
Selama lebih dari satu dekade terakhir, Apple sangat mengandalkan TSMC untuk memproduksi chip utama mereka, yang dikenal sebagai system-on-a-chip (SoC) untuk jajaran produk seperti iPhone, iPad, dan Mac. Prosesor terbaru Apple saat ini diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 3 nanometer milik TSMC yang berlokasi di Taiwan.
Meskipun merupakan salah satu pembeli semikonduktor terbesar di dunia, Apple tidak kebal dari tekanan yang dihadapi rantai pasok global. Lonjakan permintaan pusat data kecerdasan buatan (AI) dan kebutuhan komputasi lokal untuk menjalankan model AI telah memicu kelangkaan chip canggih secara umum.
Dalam kesempatan konferensi kinerja kuartalan pekan lalu, CEO Apple, Tim Cook, secara terbuka mengakui bahwa keterbatasan pasokan chip mulai memberikan hambatan pada laju pertumbuhan perusahaan. "Kami memiliki fleksibilitas rantai pasok yang lebih rendah dibanding biasanya," ujar Cook.