JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Thailand secara aktif memantau perkembangan terkini mengenai penyebaran virus Ebola yang saat ini menimbulkan kekhawatiran di wilayah Kongo dan Uganda. Langkah antisipatif ini diambil sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko kesehatan masyarakat di dalam negeri.

Hingga saat ini, otoritas kesehatan Thailand menegaskan bahwa belum ada laporan mengenai warga negara maupun turis yang terjangkit virus mematikan tersebut. Fokus utama adalah pada kesiapan infrastruktur dan protokol kesehatan sesuai standar internasional.

Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit (DDC), Montien Kanasawat, mengumumkan bahwa Thailand telah mengimplementasikan serangkaian pengetatan prosedur kesehatan. Hal ini dilakukan sebagai respons proaktif terhadap potensi masuknya virus Ebola ke wilayah mereka.

Dilansir dari The National, Rabu (17/6/2026), Montien Kanasawat menyatakan bahwa persiapan tersebut mencakup dua skema utama penanganan. "Thailand telah menyiapkan sejumlah pengetatan menghadapi virus Ebola ini," ujar Montien Kanasawat.

Protokol yang disiapkan DDC mencakup prosedur karantina yang ketat bagi individu yang belum menunjukkan gejala infeksi. Karantina ini ditetapkan berlangsung selama periode minimal 21 hari.

Sementara itu, bagi pelancong atau individu yang sudah menunjukkan gejala spesifik Ebola, prosedur isolasi medis akan segera diterapkan. Isolasi ini juga memiliki durasi minimal yang sama, yaitu 21 hari, untuk memastikan tidak ada penularan lebih lanjut.

Data yang dihimpun oleh DDC menunjukkan bahwa mereka telah melakukan pemeriksaan dan tindak lanjut terhadap 16 pelancong yang dimasukkan ke dalam sistem pemantauan. Proses ini dilakukan sejak periode 27 Mei hingga 12 Juni.

Dari total 16 orang yang dipantau tersebut, satu pelancong telah berhasil menyelesaikan masa pemantauan gejala selama 21 hari penuh tanpa menunjukkan indikasi positif. "Dari jumlah tersebut, satu orang telah menyelesaikan periode pemantauan gejala selama 21 hari," kata Montien Kanasawat.

Lebih lanjut, terdapat dua orang dari kelompok yang dipantau tersebut yang telah meninggalkan wilayah Thailand sebelum masa observasi selesai. Sebanyak 13 orang lainnya masih berada di bawah pengawasan ketat DDC per tanggal pembaruan data tersebut.