JAKARTAHYPE.COM - Badan pengelola kawasan konservasi, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB), mengeluarkan imbauan penting bagi seluruh wisatawan yang berencana melakukan pendakian. Imbauan ini bertujuan utama untuk menjaga keselamatan pendaki serta memastikan kelestarian lingkungan di salah satu ikon wisata alam tersebut.

Fokus utama dari peringatan ini adalah mengenai aturan dasar yang harus dipatuhi sebelum memulai perjalanan menuju puncak gunung. Pelanggaran terhadap aturan ini dinilai dapat meningkatkan risiko yang tidak diinginkan selama pendakian berlangsung.

Kepala Balai TNGR Nusa Tenggara Barat, Budy Kurniawan, secara tegas menyampaikan pesan ini kepada publik. Pihaknya menekankan bahwa persiapan matang dan kepatuhan terhadap regulasi adalah kunci utama bagi setiap pengunjung.

"Sebelum kamu melangkah, kenali dulu aturan penting demi keselamatan diri sendiri dan kelestarian alam di kawasan Gunung Rinjani Lombok," kata Kepala Balai TNGR Nusa Tenggara Barat Budy Kurniawan di Mataram.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan Budy Kurniawan dalam rangka meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya prosedur operasional standar di area Taman Nasional. Hal ini menyangkut aspek keamanan personal maupun tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan.

Dilansir dari Antara, informasi mengenai penekanan aturan ini disebarkan pada hari Sabtu, tanggal 13 Juni 2026. Informasi ini menjadi pengingat penting bagi wisatawan yang mungkin merencanakan pendakian dalam waktu dekat.

Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah larangan mendaki secara solo atau sendirian. Pendaki diwajibkan untuk selalu bergerak bersama dengan minimal satu orang rekan lainnya.

Regulasi mengenai jumlah pendaki ini diberlakukan sebagai langkah mitigasi risiko darurat, mengingat medan Gunung Rinjani yang cukup menantang dan potensi cuaca yang berubah sewaktu-waktu. Keberadaan rekan pendaki sangat vital untuk memberikan pertolongan pertama atau meminta bantuan jika terjadi insiden.

Secara umum, kepatuhan terhadap semua regulasi pendakian yang ditetapkan oleh Balai TNGR merupakan syarat mutlak. Hal ini memastikan bahwa aktivitas wisata tetap berlangsung aman sekaligus menjaga ekosistem Rinjani dari dampak negatif kunjungan wisatawan.