JAKARTAHYPE.COM - Menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026, perhatian publik Indonesia terhadap dunia sepak bola meningkat tajam. Peningkatan antusiasme ini rupanya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aktivitas ilegal.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat adanya lonjakan signifikan dalam upaya promosi taruhan sepak bola ilegal yang menyebar di ruang digital Tanah Air. Fenomena ini terjadi seiring dengan memanasnya atmosfer menjelang turnamen olahraga internasional tersebut.
Menurut temuan Komdigi, modus kejahatan siber yang paling dominan saat ini adalah praktik penyiaran ulang (broadcasting) pertandingan sepak bola secara tidak sah. Siaran ilegal ini menjadi celah utama bagi para pelaku kejahatan siber.
"Menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas promosi taruhan sepak bola ilegal di ruang digital Indonesia," demikian disampaikan oleh pihak Komdigi.
Pihak tak bertanggung jawab tersebut memanfaatkan tingginya jumlah penonton siaran ilegal tersebut untuk menyisipkan tautan berbahaya. Tautan yang disisipkan tersebut mengarahkan para penonton langsung menuju situs-situs judi online (judol) ilegal.
Modus operandi ini menunjukkan evolusi taktik para bandar judi, yang kini semakin lihai dalam menyamarkan promosi mereka di tengah keramaian konten olahraga. Praktik ilegal ini berpotensi merugikan banyak masyarakat yang terpancing untuk ikut bertaruh.
Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi Komdigi, mengingat dampaknya yang luas terhadap keamanan digital dan potensi kerugian finansial bagi masyarakat. Peningkatan aktivitas ini dinilai sejalan langsung dengan antusiasme publik terhadap turnamen besar tersebut.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, Komdigi terus mengintensifkan pengawasan untuk memutus rantai penyebaran tautan judi ilegal yang memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026. Upaya ini bertujuan melindungi masyarakat dari jerat perjudian daring.