JAKARTAHYPE.COM - Regulasi baru mengenai perlindungan anak, yang dikenal sebagai Peraturan Pemerintah (PP) Tunas, telah resmi diberlakukan sejak 28 Maret 2026 dan mulai memasuki minggu kedua implementasinya. Peraturan ini mengatur pembatasan akses bagi pengguna di bawah usia 16 tahun pada berbagai platform media sosial yang beroperasi di Indonesia.
Sebelumnya, banyak platform telah mengklaim memiliki fitur bawaan untuk mengamankan anak-anak dalam ekosistem digital mereka. Namun, efektivitas fitur-fitur protektif tersebut masih menjadi perdebatan serius di mata regulator dan pakar keamanan siber.
Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, memberikan pandangan bahwa meskipun fitur perlindungan tersebut bermanfaat, implementasinya tidak memiliki mekanisme kontrol yang jelas.
"Pembatasan anak bisa membantu tetapi tidak menjamin. Dan tidak ada mekanisme kontrol implementasi nya," kata Alfons kepada CNBC Indonesia, Kamis (9/4/2026).
Alfons menambahkan bahwa saat ini masih terlalu dini untuk melakukan penilaian menyeluruh mengenai seberapa jauh PP Tunas telah berhasil diterapkan oleh semua platform.
Ia menyoroti bahwa platform seperti X dan BigoLive telah menunjukkan kepatuhan yang baik terhadap aturan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Langkah proaktif ini dinilai positif dan harus dijaga konsistensinya.
Sebaliknya, platform raksasa seperti Google dan Meta dilaporkan belum menunjukkan kepatuhan penuh terhadap regulasi baru tersebut. Hal ini memerlukan respons strategis dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Kominfo).
Alfons menyarankan agar Kominfo menerapkan strategi insentif dan disinsentif yang tegas, khususnya bagi platform besar yang masih menunda implementasi aturan. Ia mengusulkan model 'jalan tol' digital untuk memprioritaskan platform yang patuh.
"Sedangkan mengenai Google dan Meta dan Tiktok atau platform besar lainnya mereka perlu dihadapi dengan strategis, seperti jika platform patuh mendapatkan prioritas akses dan koneksinya lebih cepat daripada platform yang tidak patuh. Contohnya X kalau sudah patuh biarkan mendapatkan jalan tol dan Thread mulai di pelankan aksesnya sehingga orang kesulitan mengakses dan beralih ke X," jelas Alfons mengenai strategi yang bisa diterapkan.