JAKARTAHYPE.COM - Banyak pengguna perangkat audio portabel menghadapi tantangan saat mencoba menikmati konten musik atau podcast di tengah kondisi lingkungan yang sangat bising. Kondisi ini seringkali mendorong mereka untuk secara refleks menaikkan tingkat volume pada perangkat earphone hingga mencapai batas tertinggi.
Kebiasaan ekstrem dalam mengatur tingkat suara ini, yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai tindakan 'dipentokkan', membawa risiko kesehatan yang signifikan, terutama bagi organ pendengaran. Tekanan suara yang terlalu tinggi secara berkelanjutan dapat memberikan dampak merusak pada sel-sel reseptor suara di telinga bagian dalam.
Peringatan keras mengenai praktik berbahaya ini telah disuarakan oleh para profesional medis di Indonesia. Mereka secara spesifik menyoroti potensi bahaya dari intensitas suara digital yang dihasilkan oleh perangkat earphone modern.
Dilansir dari MEDIAKOMPETEN.CO.ID, para dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher (SpTHT-KL) secara konsisten mengingatkan masyarakat mengenai konsekuensi jangka panjang dari kebiasaan tersebut. Risiko utama yang mengintai adalah timbulnya kerusakan pendengaran yang sifatnya permanen dan tidak dapat dipulihkan.
Intensitas suara yang melampaui batas aman dalam durasi lama merupakan faktor utama yang memicu kelelahan pada koklea, struktur vital di telinga. Hal ini berbeda dengan kebisingan lingkungan biasa yang mungkin lebih mudah diatasi oleh mekanisme pertahanan alami tubuh.
Para ahli menegaskan bahwa tekanan akustik berlebihan yang ditimbulkan oleh volume earphone yang dimaksimalkan merupakan ancaman serius. Mereka menekankan perlunya kesadaran kolektif mengenai batas aman paparan suara harian untuk menjaga fungsi pendengaran.
"Intensitas suara digital dari earphone bisa sangat berbahaya," ujar salah satu praktisi kesehatan terkait bahaya praktik meningkatkan volume secara ekstrem ini. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa teknologi audio modern memerlukan pengelolaan volume yang lebih bijaksana.
Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk mencari solusi alternatif, seperti menggunakan peredam bising aktif (noise-cancelling) atau mencari lingkungan yang lebih tenang, alih-alih terus-menerus menaikkan volume earphone mereka. Tindakan pencegahan dini adalah kunci untuk menghindari gangguan pendengaran di masa depan.