JAKARTAHYPE.COM - Jakarta, CNBC Indonesia – Berbagai temuan menunjukkan adanya dampak signifikan dari penggunaan media sosial yang berlebihan pada perkembangan anak-anak di Indonesia dan global. Salah satu dampak yang menjadi sorotan adalah ancaman terhadap kemampuan fundamental mereka dalam membaca dan berkomunikasi.
Sebuah studi penting yang diterbitkan dalam Journal of Research on Adolescence menyoroti kesulitan yang dihadapi oleh pengguna media sosial berusia di bawah 16 tahun. Kelompok usia ini dilaporkan mengalami tantangan dalam mengenali kata-kata secara utuh serta kesulitan dalam mengucapkan diksi dengan benar.
Informasi ini diperoleh melalui penelitian mendalam mengenai perkembangan kognitif otak remaja. Penelitian tersebut melibatkan pengawasan terhadap wawasan lebih dari 10 ribu anak selama periode enam tahun, memberikan data longitudinal yang kuat mengenai isu ini.
Studi tersebut secara spesifik mengungkapkan bahwa waktu yang dihabiskan anak-anak di platform media sosial mengurangi kesempatan mereka untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial nyata. Selain itu, waktu tersebut juga mengurangi kesempatan mereka untuk membaca buku fisik atau sumber bacaan formal lainnya.
Akibatnya, paparan berlebihan ini dikhawatirkan menyebabkan ketidakselarasan antara kemampuan verbal anak dengan norma bahasa dan budaya umum yang berlaku. Kemampuan baca mereka juga terpengaruh oleh dominasi bahasa alternatif, termasuk singkatan yang lazim ditemukan dalam interaksi media sosial.
Dikutip dari Sociel Media Today pada Senin (27/4/2026), hasil penelitian ini menggarisbawahi perlunya perhatian lebih terhadap kebiasaan digital anak. Studi ini menekankan bahwa kesulitan dalam pengenalan kata dan pengucapan sering kali terkait dengan paparan konten yang cepat dan tidak terstruktur.
Namun demikian, penelitian ini juga menyajikan sisi positif dari interaksi digital anak-anak dalam konteks tertentu. Studi ini menemukan bahwa anak-anak yang bijak menggunakan media sosial menunjukkan kapasitas pengolahan data yang lebih unggul dibandingkan kelompok lainnya.
Selain itu, penggunaan media sosial yang terarah juga dikaitkan dengan terbukanya akses terhadap cakupan informasi yang jauh lebih luas dan beragam. Hal ini menunjukkan bahwa platform digital memiliki potensi edukatif jika digunakan secara seimbang.
Untuk mengatasi potensi dampak negatif pada kemampuan bahasa anak, penelitian tersebut menawarkan rekomendasi konkret. Rekomendasi utamanya adalah memperbanyak variasi sumber bacaan yang dikonsumsi oleh anak-anak secara keseluruhan.