JAKARTAHYPE.COM - Bagi para pelancong yang gemar menjelajahi keindahan alam, sandal jepit seringkali menjadi pilihan utama karena kepraktisan dan kenyamanannya saat liburan santai. Namun, pemandangan santai semacam ini harus diurungkan jika tujuan Anda adalah Cinque Terre National Park di Italia.

Kawasan pesisir yang terkenal dengan desa-desa cantiknya di Riviera Italia ini kini memberlakukan kebijakan baru yang cukup tegas terkait alas kaki pengunjung, terutama pada musim panas. Otoritas taman nasional setempat meningkatkan fokus mereka pada penegakan aturan keselamatan pengunjung.

Aturan spesifik melarang keras penggunaan sandal jepit atau alas kaki sejenis lainnya bagi para pengunjung yang hendak menapaki jalur pendakian di area taman nasional tersebut. Wisatawan yang melanggar ketentuan ini berisiko menghadapi sanksi berupa denda yang nominalnya sangat besar.

Larangan ini sebenarnya bukan hal baru karena sudah mulai diterapkan sejak tahun 2019, di mana pihak taman nasional mulai mengingatkan wisatawan mengenai pentingnya alas kaki yang sesuai. Hal ini dikarenakan banyak jalur di sana yang terkenal licin dan berpotensi membahayakan keselamatan pendaki.

Direktur Taman Nasional Cinque Terre, Patrizio Scarpellini, menekankan bahwa kondisi jalur di sana memerlukan persiapan alas kaki yang serius. "Jalur-jalur ini cukup sulit, bahkan dalam beberapa kasus mirip dengan jalur pendakian gunung," ujar Patrizio Scarpellini.

Lebih lanjut, Scarpellini menegaskan pentingnya keseriusan dalam memilih alas kaki sebelum memulai pendakian. "Karena itu, sangat penting menggunakan sepatu yang tepat!" tegas Patrizio Scarpellini.

Sanksi finansial yang menanti pelanggar cukup mengagetkan, yakni denda yang bisa mencapai €2.500, setara dengan sekitar Rp 51 Juta. Denda besar ini berlaku bagi wisatawan yang terdeteksi mengenakan sandal jepit, sandal bertali, atau alas kaki serupa saat berada di jalur pendakian.

Untuk memastikan aturan ini dipatuhi, pihak pengelola taman nasional telah mengambil langkah proaktif dengan memasang berbagai poster peringatan di area wisata utama. Selain itu, informasi mengenai larangan alas kaki ini juga akan muncul saat pengunjung melakukan pembelian tiket masuk secara daring.

Selain fokus pada alas kaki yang memadai, pengelola juga menganjurkan wisatawan untuk selalu memilih jalur pendakian yang sesuai dengan tingkat kemampuan fisik masing-masing. Pengunjung juga disarankan membawa perlengkapan penting lain seperti tabir surya, topi, dan bekal makanan.