JAKARTAHYPE.COM - Amerika Serikat (AS) secara tegas menolak narasi yang dikeluarkan oleh Iran terkait insiden di kawasan maritim strategis. Bantahan ini berfokus pada klaim bahwa Iran telah melancarkan tembakan peringatan menggunakan rudal maupun drone ke arah kapal-kapal perang AS.

Peristiwa ini terjadi saat kapal-kapal militer Amerika Serikat tengah menjalankan misi rutin mereka di perairan Laut Oman. Washington memberikan klarifikasi bahwa tidak ada satu pun serangan atau tembakan yang terdeteksi oleh sistem pertahanan mereka di zona maritim tersebut.

Militer AS, melalui Komando Pusat mereka, memberikan pernyataan resmi mengenai perkembangan situasi terkini. Klarifikasi ini bertujuan untuk meluruskan informasi yang beredar luas mengenai dugaan konfrontasi di jalur pelayaran internasional tersebut.

Dilansir dari Anadolu Agency pada Sabtu (6/6/2026), militer Amerika Serikat juga menampik klaim lanjutan dari pihak Iran. Klaim tersebut menyebutkan bahwa tembakan peringatan itu berhasil membuat kapal-kapal perang AS bergerak menjauh dari lokasi tersebut.

Lebih spesifik lagi, bantahan tersebut menyatakan bahwa kapal-kapal AS tidak terpaksa "mundur" dari Laut Oman, atau yang juga dikenal sebagai Teluk Oman. Manuver yang diklaim Iran tersebut disebut tidak pernah terjadi dalam operasional mereka.

Pergerakan yang diklaim Iran adalah kapal-kapal Amerika Serikat dipaksa bergeser menuju Samudra Hindia sebagai dampak dari peringatan tembakan tersebut. Namun, AS menyatakan bahwa narasi ini sepenuhnya tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Komando Pusat AS atau CENTCOM secara eksplisit menyampaikan bantahan tersebut melalui akun media sosial resmi mereka pada Jumat (5/6) waktu setempat. Pernyataan ini menjadi penegasan resmi dari pihak Washington.

"KLAIM: Iran mengklaim telah melepaskan tembakan peringatan ke kapal-kapal perang AS di Teluk Oman, memaksa kapal-kapal Amerika untuk 'mundur' ke arah Samudra Hindia. SALAH," tulis Komando Pusat AS atau CENTCOM dalam pernyataan via media sosial pada Jumat (5/6) waktu setempat.

Dikutip dari Anadolu Agency, bantahan ini mempertegas posisi AS bahwa kondisi keamanan di sekitar perairan kritis tersebut berada di bawah kendali penuh mereka. Tidak ada eskalasi yang terdeteksi oleh sistem radar mereka.