JAKARTAHYPE.COM - Di tengah gelombang inovasi kecerdasan buatan (AI) yang melanda dunia, ambisi besar Microsoft dalam mengembangkan teknologi mutakhir ini mulai menampakkan sisi lain yang mengkhawatirkan. Perkembangan pesat infrastruktur AI perusahaan ternyata membawa konsekuensi signifikan terhadap jejak lingkungan global.
Dalam laporan terbarunya, Microsoft secara terbuka mengakui adanya peningkatan yang mengejutkan pada emisi gas rumah kaca mereka. Angka tersebut dilaporkan melonjak hingga 27 persen jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, sebuah indikator jelas akan tantangan lingkungan yang dihadapi oleh raksasa teknologi ini.
Peningkatan emisi ini sebagian besar disumbangkan oleh kebutuhan energi yang masif. Operasional pusat data yang terus berkembang pesat menuntut daya listrik dalam jumlah besar, secara langsung berkontribusi pada jejak karbon perusahaan.
Khususnya, emisi kategori Scope 2, yang mencakup emisi dari listrik yang dibeli oleh Microsoft, menunjukkan peningkatan dramatis. Angka tersebut dilaporkan melonjak hampir sepuluh kali lipat, menyoroti ketergantungan yang tinggi pada sumber energi konvensional yang belum sepenuhnya ramah lingkungan.
Fenomena ini menjadi pengingat penting bahwa kemajuan teknologi, terutama di bidang AI, memiliki harga yang harus dibayar dalam hal keberlanjutan lingkungan. Kebutuhan daya komputasi yang terus meningkat untuk melatih dan menjalankan model-model AI canggih menjadi akar permasalahan.
Lebih lanjut, "ambisi besar Microsoft dalam mengembangkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) ternyata berbanding lurus dengan peningkatan signifikan pada jejak karbon perusahaan," demikian terungkap dalam analisis terbaru mereka.
"Dalam laporan terbarunya, Microsoft mengungkap bahwa emisi gas rumah kaca mereka melonjak hingga 27 persen jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, menandakan tantangan lingkungan yang dihadapi industri teknologi," lanjut analisis tersebut.
"Fenomena ini sebagian besar disebabkan oleh kebutuhan energi yang masif untuk operasional pusat data yang terus berkembang," ujar para analis.
"Lonjakan emisi kategori Scope 2, yang mencakup emisi dari listrik yang dibeli, dilaporkan meningkat hampir sepuluh kali lipat, menunjukkan ketergantungan yang tinggi pada sumber energi konvensional," tambah mereka. Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM.