JAKARTAHYPE.COM - Meta Platforms Inc. kembali memicu guncangan di industri teknologi global dengan rencana pengurangan tenaga kerja secara masif dalam waktu dekat. Langkah drastis ini diambil sebagai bagian dari manuver strategis perusahaan untuk beralih sepenuhnya ke ekosistem bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI).

Putaran pertama pemutusan hubungan kerja ini dijadwalkan akan dimulai pada 20 Mei mendatang dengan menyasar sekitar 10 persen dari total staf global. Diperkirakan hampir 8.000 karyawan akan terdampak dalam tahap awal transformasi organisasi yang kian agresif ini.

"Perusahaan induk Facebook dan Instagram itu akan memulai putaran pertama pemutusan hubungan kerja pada 20 Mei," demikian informasi dari tiga sumber internal sebagaimana dilansir dari Reuters pada Sabtu (18/4/2026).

Rencana efisiensi ini diprediksi tidak akan berhenti di bulan Mei saja, melainkan akan berlanjut hingga penghujung tahun. Meta dikabarkan tengah mempersiapkan gelombang PHK susulan pada paruh kedua 2026 dengan rincian waktu dan jumlah yang masih dalam tahap penggodaan.

"Para eksekutif masih membuka kemungkinan penyesuaian rencana, tergantung pada perkembangan teknologi AI ke depan," ungkap sumber yang mengetahui rencana tersebut sebagaimana dilansir dari Reuters.

Angka pengurangan karyawan ini berpotensi membengkak lebih besar dari proyeksi awal yang telah beredar di pasar. Hal ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam melakukan perombakan struktur organisasi secara menyeluruh demi mengakomodasi teknologi masa depan.

"Perusahaan berpotensi memangkas hingga 20 persen atau lebih dari total tenaga kerjanya secara global," tulis laporan awal terkait skala restrukturisasi ini yang dilansir dari Reuters.

Manajemen Meta hingga saat ini masih memilih untuk menutup rapat informasi detail mengenai kebijakan internal tersebut kepada publik. Ketidakpastian ini menciptakan spekulasi di kalangan investor mengenai arah efisiensi perusahaan di masa depan.

"Pihak Meta sendiri menolak memberikan komentar terkait waktu maupun skala pemangkasan tersebut," tulis keterangan resmi perusahaan yang dilansir dari Reuters.