JAKARTAHYPE.COM - Perusahaan teknologi terkemuka di Amerika Serikat mulai menunjukkan tren signifikan dalam merombak struktur organisasi internal mereka. Amazon menjadi salah satu pionir yang mengambil langkah berani dengan menghapus hierarki jabatan konvensional yang sudah lama berlaku.

Langkah restrukturisasi ini mencakup penghapusan gelar-gelar seperti Senior, Manager, hingga Lead, dan menggantinya dengan satu sebutan tunggal yaitu 'builder'. Perubahan ini pertama kali diuji coba pada unit bisnis yang berfokus pada keamanan rumah, yaitu Ring dan Blink.

Mulai bulan depan, ratusan karyawan yang bekerja di divisi produk tersebut tidak akan lagi menggunakan jabatan formal yang melekat pada mereka. Sebagai gantinya, mereka akan secara resmi dikenal sebagai 'builder', sementara posisi atasan mereka akan disebut sebagai 'builder lead'.

Perusahaan teknologi ini mengklaim bahwa perombakan struktur kerja ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih fleksibel dan sangat fokus pada hasil nyata yang dicapai. Hal ini merupakan bagian dari upaya Amazon untuk beradaptasi dengan dinamika industri yang cepat berubah.

Chief Product Officer Amazon, Jason Mitura, menyampaikan bahwa perusahaan berupaya bertransformasi menjadi organisasi masa depan yang lebih adaptif. "Perusahaan ingin menjadi organisasi masa depan yang lebih terbuka terhadap perubahan," ujar Jason Mitura.

Amazon juga menetapkan ulang parameter utama dalam mengukur kesuksesan dan kinerja karyawan di perusahaan tersebut. Penilaian kinerja tidak lagi didasarkan pada senioritas atau jabatan struktural yang dimiliki oleh individu.

Fokus utama dalam evaluasi baru ini adalah seberapa besar kontribusi nilai yang benar-benar diciptakan untuk kepentingan pelanggan. Hal ini menandakan pergeseran filosofi manajemen menuju orientasi hasil langsung bagi pengguna akhir.

Di kawasan Silicon Valley, istilah 'builder' sendiri mulai populer untuk mendeskripsikan para pekerja profesional yang mampu menyelesaikan proyek-proyek kompleks secara mandiri. Kemampuan ini sering kali didukung oleh pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses kerja mereka.

Dilansir dari Reuters, tren ini juga terlihat di perusahaan teknologi lain, di mana Meta dilaporkan mulai mengadopsi gelar 'AI builder' untuk beberapa pekerjanya. Sementara itu, perusahaan layanan pembayaran Block memperkenalkan istilah unik 'player-coach' untuk sebagian manajer mereka.