JAKARTAHYPE.COM - Masyarakat Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dalam pola konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pasca pemberlakuan penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada 18 April 2026. Fenomena ini tercermin dari peningkatan tajam pada permintaan BBM bersubsidi.
Sebaliknya, produk BBM nonsubsidi mengalami penurunan dalam angka penjualan. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran preferensi konsumen yang cukup kentara.
Perubahan perilaku konsumen ini diungkapkan secara langsung oleh Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto. Ia menyampaikan temuan ini saat berlangsungnya rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta.
Pertemuan penting tersebut diselenggarakan pada hari Kamis, 16 Juli 2026. Dalam forum tersebut, Eko Ricky Susanto memaparkan data terkini mengenai tren konsumsi BBM di tanah air.
Ia menjelaskan secara rinci adanya peningkatan konsumsi yang signifikan pada produk BBM bersubsidi. Produk-produk ini dikenal luas di masyarakat sebagai BBM PSO atau Public Service Obligation.
"Ada peningkatan konsumsi pada produk BBM bersubsidi," ujar Eko Ricky Susanto.
Fenomena ini secara langsung berdampak pada penurunan penjualan produk BBM nonsubsidi, termasuk jenis Pertamax. Angka penjualan Pertamax dilaporkan merosot tajam.
Pergeseran ini menjadi sorotan penting dalam pengelolaan dan distribusi energi nasional. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami implikasi jangka panjang dari tren konsumsi BBM ini.
Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM.