JAKARTAHYPE.COM - Aktor kenamaan Jepang, Nijiro Murakami, yang dikenal luas melalui perannya dalam serial Netflix populer 'Alice in Borderland', kini tengah menghadapi kasus hukum serius terkait dugaan kekerasan terhadap mantan pasangannya. Kabar ini mengemuka setelah adanya laporan resmi yang kini telah dilimpahkan kepada pihak jaksa penuntut umum.

Peristiwa yang dituduhkan ini diduga terjadi pada tahun 2024 di kediaman sang aktor yang berlokasi di Shibuya, Tokyo. Wanita yang membuat laporan tersebut mengaku sebagai mantan kekasih yang pernah tinggal serumah dengan Nijiro Murakami.

Pihak kepolisian setempat, yakni Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo, telah menerima konsultasi dari pelapor sejak awal tahun ini mengenai insiden kekerasan yang dialaminya. Proses hukum terus berjalan seiring dengan pengakuan yang disebut telah disampaikan oleh Nijiro Murakami terkait kasus tersebut.

Dilansir Nikkan Sports, pria berusia 29 tahun itu diduga melakukan tindakan kekerasan fisik yang cukup parah terhadap mantan kekasihnya. Tuduhan tersebut termasuk tindakan menjambak rambut dan membenturkan kepala pelapor ke bagian jendela rumah mereka.

Selain itu, pelapor juga disebut mengalami pemukulan di bagian wajah yang mengakibatkan timbulnya luka serius. Akibat luka-luka tersebut, wanita yang melaporkan kasus ini dilaporkan memerlukan waktu pemulihan lebih dari satu bulan penuh.

Meskipun baik agensi yang menaungi Nijiro maupun sang aktor sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi secara terbuka kepada publik, sebuah pengakuan internal diduga telah disampaikan. "Tidak diragukan lagi bahwa saya telah melukainya," ujar salah satu pihak terkait kasus ini.

Nijiro Murakami merupakan putra dari aktor Jun Murakami dan penyanyi terkenal UA. Ia meraih popularitas signifikan berkat perannya sebagai karakter Chishiya dalam 'Alice in Borderland'.

Sebelum kasus ini mencuat, Nijiro sempat mengambil jeda dari dunia akting pada tahun 2023 karena masalah kesehatan mental dan fisik yang dialaminya. Hal ini sempat membuatnya absen dari acara karpet merah 'Tokyo Revengers 2' dan mengundurkan diri dari pementasan teater 'Evangelion Beyond'.

Dilansir Nikkan Sports, aktor yang juga membintangi 'Come Come Everybody' ini dijadwalkan kembali beraktivitas pada tahun 2025 lewat sebuah drama hasil produksi bersama antara Singapura dan Jepang berjudul 'Lost and Found'. Namun, munculnya kontroversi kekerasan ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan pada citra dan popularitasnya.