JAKARTAHYPE.COM - Pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, baru-baru ini memberikan keterangan mengenai perkembangan terkini dalam penyelesaian konflik rumah tangga kliennya dengan Sarwendah. Menurutnya, titik temu dalam permasalahan ini sangat bergantung pada bagaimana akses pertemuan antara Ruben dengan buah hatinya dapat terwujud.
Hal ini menjadi sorotan utama karena pihak Ruben Onsu mengisyaratkan bahwa isu-isu finansial, seperti pembagian harta gono-gini dan evaluasi besaran uang nafkah bulanan, akan jauh lebih mudah didiskusikan. Kesediaan untuk membahas aspek materiil tersebut sangat terkait dengan terpenuhinya keinginan Ruben untuk bisa berkumpul kembali dengan anak-anaknya.
Ruben Onsu, yang saat ini berusia 42 tahun, menempatkan haknya untuk bertemu anak sebagai prioritas utama sebelum melangkah ke negosiasi substansial lainnya. Ini menunjukkan bahwa aspek hak asuh dan kedekatan emosional dengan anak menjadi landasan utama dalam mencari solusi bersama.
Minola Sebayang juga menanggapi usulan yang datang dari mantan manajer Sarwendah yang menyarankan agar Sarwendah menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Permintaan maaf ini dianggap sebagai salah satu langkah penting untuk meredakan ketegangan yang kini terjadi di publik.
Menurut pandangan tim kuasa hukum Ruben, perdamaian dan kelancaran komunikasi antara kedua belah pihak sangat bergantung pada itikad baik Sarwendah. Itikad baik ini diukur dari kesediaan Sarwendah memberikan waktu yang memadai bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan ayah kandung mereka.
"Kalau memang menurut penilaiannya memang harusnya S meminta maaf kepada Ruben dan kemudian artinya itu membiarkan anak-anak berkumpul bersama dengan ayahnya. Saya kira hal-hal yang lain akan mudah untuk dibicarakan," kata Minola Sebayang dalam sebuah sesi wawancara virtual pada Selasa malam, 16 Juni 2026.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa langkah konkret Sarwendah dalam memfasilitasi pertemuan ayah dan anak akan menjadi katalisator positif. Jika hal ini terpenuhi, negosiasi mengenai isu nafkah sebesar Rp200 juta dan aset bersama akan berjalan lebih mulus.
Dikutip dari berbagai sumber, keinginan Ruben Onsu untuk memprioritaskan waktu bersama anak adalah non-negosiabel sebelum membahas detail keuangan yang rumit. Hal ini memperjelas peta jalan penyelesaian masalah rumah tangga mereka saat ini.
Dilansir dari sumber yang sama, komunikasi yang terbuka dan niat baik dari kedua belah pihak sangat dibutuhkan untuk mencapai kesepakatan damai yang berkelanjutan. Fokus utama saat ini adalah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kesejahteraan psikologis anak-anak.