Jakarta, JakartaHype.com - Kejujuran adalah hal penting dalam hubungan dengan orang lain. Namun, masih ada orang yang memilih berbohong demi menutupi kesalahan atau menjaga dirinya sendiri.

Padahal, kebohongan kecil yang dilakukan terus-menerus bisa membuat orang lain kehilangan kepercayaan. Bahkan, sebuah penelitian dalam jurnal Nature Neuroscience menyebutkan bahwa kebiasaan berbohong bisa semakin berkembang jika sering dilakukan.

Supaya lebih waspada, ada beberapa tanda yang bisa dikenali dari orang yang suka berbohong dalam kehidupan sehari-hari. Berikut penjelasannya.

1. Ceritanya Sering Berbeda

Orang yang suka berbohong biasanya tidak konsisten saat bercerita. Cerita yang disampaikan bisa berubah-ubah karena mereka mencoba mencari alasan yang paling aman atau paling meyakinkan.

Akibatnya, detail yang disampaikan sering tidak sama. Jika ditanya ulang di waktu berbeda, jawabannya juga bisa berubah.

2. Suka Memelintir Fakta

Ciri lainnya adalah suka mengubah fakta demi keuntungan diri sendiri. Mereka ingin terlihat baik atau tidak ingin disalahkan.

Contoh sederhana, seseorang bilang sudah berangkat padahal sebenarnya masih bersiap di rumah. Kebiasaan seperti ini memang terlihat sepele, tetapi bisa membuat orang lain dirugikan.

3. Banyak Janji, Tapi Jarang Ditepati

Orang yang sering berbohong juga kerap mudah membuat janji. Mulai dari janji bertemu, membantu, hingga janji untuk berubah.

Namun sayangnya, janji itu sering tidak ditepati. Kalau terlalu sering terjadi, orang lain akan sulit percaya lagi.

4. Jawabannya Tidak Jelas

Saat didesak atau ditanya lebih detail, orang yang berbohong biasanya memberikan jawaban yang berputar-putar dan tidak jelas.

Mereka sengaja menghindari penjelasan detail agar kebohongannya tidak terbongkar. Karena itu, pertanyaan sederhana seperti siapa, kapan, dan apa yang terjadi bisa membantu mengetahui kenyataannya.

5. Ceritanya Beda ke Setiap Orang

Tanda lainnya adalah memiliki versi cerita berbeda untuk tiap orang. Kepada satu orang mereka bisa mengaku sebagai korban, tetapi kepada orang lain justru ingin terlihat hebat.

Hal ini biasanya dilakukan agar mendapat simpati, pujian, atau menjaga image di depan orang lain. Namun jika terus dilakukan, kebiasaan tersebut bisa merusak kepercayaan orang di sekitarnya.