JAKARTAHYPE.COM - Situasi kepelatihan di Stamford Bridge kembali memanas seiring kebutuhan mendesak Chelsea untuk mencari sosok arsitek baru menjelang musim kompetisi mendatang. Setelah kepergian Enzo Maresca dan kegagalan Liam Rosenior, klub London Barat itu sangat membutuhkan figur yang mampu membangkitkan kembali semangat tim dan mengembalikan mereka ke jajaran 'Big Six'.

Kondisi klub saat ini semakin pelik karena mereka dipastikan tidak akan berlaga di kompetisi Eropa musim depan, kecuali jika berhasil menjuarai FA Cup. Prioritas utama manajemen adalah menemukan pelatih yang berani dan siap mengambil alih kendali klub yang tengah mengalami krisis arah dan kepemimpinan yang stabil.

Sebelumnya, harapan sempat tertumpu pada Enzo Maresca, yang secara mengejutkan sukses membawa Chelsea menjuarai Conference League dan Piala Dunia Antarklub, sekaligus mengamankan tiket Liga Champions dalam kurun waktu 18 bulan. Namun, masa baktinya harus berakhir pada Januari karena adanya perselisihan serius dengan jajaran direksi klub.

Posisi Maresca kemudian diisi oleh Liam Rosenior yang berasal dari Strasbourg, klub yang juga dimiliki oleh BlueCo, namun petualangan Rosenior berakhir dramatis hanya dalam waktu sekitar 100 hari. Selain penurunan performa yang signifikan—membuat tim berada di luar zona Eropa—klub juga menghadapi masalah finansial dan administratif yang serius.

Pihak klub juga sempat menerima sanksi denda besar sekitar 11,5 juta euro terkait pelanggaran keuangan yang terjadi antara tahun 2011 hingga 2018 di bawah kepemimpinan Roman Abramovich. Klub juga mendapat larangan transfer selama satu tahun, menambah kerumitan situasi internal mereka.

Di tengah gejolak tersebut, Chelsea telah menjajaki beberapa nama potensial untuk mengisi kursi kepelatihan. Upaya pendekatan terhadap Cesc Fàbregas dari Como sempat terbuka, namun sang pemain mengonfirmasi akan tetap bertahan di klubnya saat ini. Demikian pula dengan Andoni Iraola, ikon Bournemouth, yang juga sempat dikaitkan, dipastikan tidak akan datang.

Menurut media Inggris, The Independent, kandidat terkuat yang kini menjadi incaran manajemen Chelsea adalah Xavi Hernández. Keputusan ini didasarkan pada filosofi permainan Xavi yang dianggap sejalan dengan keinginan klub untuk mengedepankan sepak bola menyerang dan progresif.

Dilansir dari The Independent, pihak Chelsea meyakini bahwa Xavi telah banyak belajar dari pengalamannya menangani Barcelona dan kini dianggap lebih siap untuk memimpin proyek tim elit. Mereka menilai Xavi telah menolak beberapa tawaran lain sambil menantikan peluang di klub besar.

Nama-nama lain yang juga masuk dalam radar Chelsea menurut sumber yang sama adalah Francesco Farioli dari Porto serta Xabi Alonso, yang saat ini sedang tidak terikat kontrak setelah meninggalkan Real Madrid. Manajemen sedang menimbang opsi terbaik di tengah ketidakpastian yang melingkupi klub.