JAKARTAHYPE.COM - Paparan zat kimia pengganggu hormon menjadi perhatian serius, terutama bagi mereka yang sedang merencanakan kehamilan atau menjalani program hamil (promil). Zat ini disarankan untuk dihindari secara ketat sebelum dan selama masa kehamilan untuk menjaga kesehatan janin.

Salah satu zat yang paling disorot oleh para ahli kesehatan adalah Bisphenol A, atau yang lebih dikenal dengan singkatan BPA. Zat ini sering ditemukan dalam beberapa jenis kemasan plastik, termasuk galon guna ulang.

Profesor Dr. dr. Budi Wiweko, MD, Sp.OG, seorang pakar obstetri dan ginekologi, memberikan penekanan khusus mengenai waktu kritis paparan zat tersebut. Beliau menyoroti pentingnya menghindari BPA pada fase awal pembentukan janin.

Pakar yang akrab disapa Prof. Iko ini menjelaskan bahwa ada periode kritis di mana janin sangat rentan terhadap zat pengganggu hormon seperti BPA dalam tubuh ibu. Hal ini menjadi fokus utama dalam pencegahan komplikasi kehamilan.

"Ketika ibu hamil dalam tiga bulan pertama, itu tidak boleh dia terekspos dengan itu (BPA)," ujarnya, saat berbincang dalam Podcast Raditya Dika bertajuk 'Akibat Puber Terlalu Cepat', sebagaimana dikutip pada Selasa (9/6/2026).

Prof. Iko menggarisbawahi konsekuensi jangka panjang yang mungkin timbul akibat ibu hamil terpapar zat pengganggu hormon pada trimester pertama kehamilan. Risiko ini tidak hanya berdampak pada ibu, tetapi juga pada perkembangan anak yang dikandungnya.

Lebih lanjut, beliau menyebutkan beberapa kondisi medis serius yang perlu diwaspadai sebagai dampak potensial dari paparan BPA. Kondisi ini mencakup spektrum gangguan reproduksi dan perkembangan hormonal pada anak kelak.

Beberapa contoh masalah kesehatan serius yang dapat timbul akibat paparan tersebut adalah kista endometriosis, kista coklat, Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), hingga risiko kanker, sebagaimana disampaikan oleh Prof. Budi Wiweko.

Dilansir dari sumber informasi tersebut, penekanan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pemilihan wadah minum yang aman, khususnya bagi pasangan yang sedang dalam upaya mendapatkan keturunan.