JAKARTAHYPE.COM - Seorang figur publik di platform TikTok, Kat Kamalani, baru-baru ini menyuarakan keprihatinannya mengenai kebersihan fasilitas penyajian minuman di dalam pesawat terbang. Ia secara terbuka mengimbau para pelancong untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka saat memesan kopi selama perjalanan udara.

Hal ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai standar higienitas yang diterapkan oleh maskapai penerbangan terhadap sumber air yang digunakan untuk menyeduh minuman panas. Isu ini menjadi sorotan utama yang diangkat oleh Kamalani kepada pengikutnya.

Fokus utama dari peringatan ini adalah mengenai kondisi tangki air yang digunakan oleh kru kabin untuk menyiapkan minuman seperti kopi dan teh. Kondisi tangki air inilah yang menjadi dasar utama dari saran yang ia berikan kepada masyarakat luas.

Dilansir dari laman Food & Wine pada hari Kamis, 9 Juli 2026, Kamalani menyampaikan pandangannya yang cukup mengejutkan mengenai pemeliharaan tangki air di pesawat. Informasi ini segera menarik perhatian publik yang sering melakukan perjalanan udara.

"Tangki air di pesawat tidak pernah dibersihkan dan sangat menjijikkan," kata Kamalani, seperti dilansir laman Food & Wine, Kamis (9/7/2026). Pernyataan ini menekankan tingkat kekhawatiran yang dirasakannya terhadap kebersihan internal pesawat.

Sebagai solusi alternatif yang lebih aman bagi penumpang, Kamalani memberikan rekomendasi spesifik mengenai jenis minuman yang sebaiknya dipesan. Rekomendasi ini bertujuan meminimalisir potensi risiko kesehatan yang mungkin timbul.

Ia menyarankan agar para penumpang yang tengah berada di dalam kabin pesawat beralih memilih minuman yang sudah dikemas secara higienis. Pilihan minuman yang disarankan adalah yang datang dalam bentuk kaleng atau botol tertutup rapat.

Saran ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi penumpang yang ingin menjaga kesehatan mereka selama berada di ketinggian. Dengan demikian, penumpang dapat menikmati perjalanan tanpa perlu khawatir mengenai sumber air yang tidak terjamin kebersihannya.

Dikutip dari Food & Wine, saran ini muncul sebagai bentuk edukasi publik dari seorang praktisi konten yang sering berbagi pengalaman perjalanannya. Hal ini menunjukkan bahwa isu kebersihan di pesawat perlu mendapat perhatian lebih serius dari industri penerbangan.