JAKARTAHYPE.COM - Dunia kejahatan siber kini memasuki babak baru yang lebih canggih dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Modus yang dikenal sebagai "Telepon Hening" mulai menghantui masyarakat dengan tujuan utama mencuri sampel suara calon korban.
Berbeda dengan penipuan konvensional yang mengandalkan manipulasi psikologis lewat pembicaraan, pelaku pada modus ini justru sengaja diam saat telepon diangkat. Keheningan tersebut merupakan jebakan sistematis untuk memancing korban agar terus berbicara karena bingung.
"Kami meminta warga Kota Tangerang untuk lebih berhati-hati. Keheningan saat kita mengangkat telepon dari nomor asing bukan sekadar gangguan jaringan, melainkan taktik pelaku untuk merekam sampel suara kita. Dengan teknologi AI, rekaman singkat itu bisa diolah menjadi kloning suara yang identik untuk menipu orang-orang terdekat," kata Mugiya Wardhany.
Dilansir dari CNBC Indonesia, teknologi kloning suara ini memungkinkan pelaku untuk menyamar menjadi korban dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Setelah mendapatkan rekaman suara, pelaku akan menghubungi keluarga atau kerabat dekat korban untuk meminta sejumlah uang.
Sebagai langkah pencegahan awal, masyarakat diimbau untuk segera menginformasikan kepada lingkaran terdekat jika merasa telah menjadi target pencurian suara. Komunikasi yang transparan antaranggota keluarga menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam skenario penipuan yang melibatkan permintaan dana yang tidak wajar.
Pihak Dinas Kominfo Kota Tangerang secara resmi memperkenalkan protokol khusus yang disebut Silent First untuk menghadapi panggilan dari nomor tidak dikenal. Inti dari protokol ini adalah menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara terlebih dahulu sebelum identitas penelepon teridentifikasi dengan jelas.
Langkah teknis yang disarankan adalah membiarkan penelepon berbicara lebih dulu tanpa memulai percakapan apa pun dari sisi kita. Selain itu, masyarakat diminta menghindari penggunaan kata-kata yang berisiko seperti 'iya', 'halo', atau 'siapa ini' secara berulang karena kata-kata tersebut menjadi bahan dasar bagi AI untuk mengkloning suara.
Jika dalam waktu 3 hingga 5 detik penelepon tetap bungkam, segera tutup sambungan telepon dan lakukan pemblokiran nomor secara permanen. Penggunaan aplikasi pelacak nomor juga sangat dianjurkan untuk memantau label atau tag yang diberikan oleh pengguna lain terhadap nomor asing tersebut.
Masyarakat juga diingatkan untuk mengabaikan setiap panggilan yang sudah ditandai sebagai 'Spam' atau 'Penipuan' oleh sistem aplikasi pihak ketiga. Langkah sederhana ini terbukti efektif meminimalisir risiko interaksi dengan mesin perekam suara milik pelaku kejahatan siber.