JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden serius mewarnai kemeriahan Festival San Fermin di Pamplona, Spanyol, pada hari Sabtu lalu ketika seorang peserta lari banteng mengalami luka parah. Ia menjadi korban serudukan banteng yang mengenai bagian wajahnya.

Peristiwa dramatis ini menambah daftar cedera yang terjadi selama festival tahunan tersebut. Sebanyak 12 peserta lainnya dilaporkan membutuhkan perawatan medis akibat luka-luka yang mereka alami saat berlari.

Tradisi lari banteng ini melibatkan pelepasan enam ekor banteng bersama sapi penggiring. Hewan-hewan tersebut berlari menelusuri lintasan sempit sepanjang 875 meter yang dipenuhi ribuan peserta antusias.

Proses lari banteng ini berlangsung cukup cepat, dengan hewan-hewan tersebut mencapai arena adu banteng dalam kurun waktu sekitar dua setengah menit. Suasana menegangkan kerap menyelimuti setiap kali lintasan ini dijalani.

"Seorang pelari mengalami luka serius setelah ditanduk banteng di bagian wajah saat mengikuti tradisi lari banteng dalam Festival San Fermin di Pamplona, Spanyol, Sabtu lalu," demikian kutipan yang disampaikan.

"Selain itu, 12 peserta lainnya juga harus menjalani perawatan akibat cedera yang dialami selama acara berlangsung," lanjut pernyataan tersebut.

Informasi mengenai kejadian ini dilansir dari AP, pada hari Kamis, 16 Juli 2026. Pemberitaan ini memberikan gambaran mengenai risiko yang dihadapi para peserta dalam festival yang penuh tradisi ini.

Peristiwa ini kembali mengingatkan publik akan bahaya yang melekat pada tradisi lari banteng di Festival San Fermin, yang meskipun populer, tetap menyimpan potensi cedera serius bagi para pesertanya.

Dikutip dari AP, pada hari Kamis (16/7/2026), dijelaskan bahwa "enam ekor banteng bersama sapi penggiring dilepas menyusuri lintasan sempit sepanjang 875 meter yang dipadati ribuan peserta."