JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden mengecewakan dialami oleh seorang penggemar sepak bola saat perhelatan Piala Dunia 2026 di Los Angeles, Amerika Serikat. Meskipun telah membeli tiket untuk pertandingan di Los Angeles Stadium, ia terpaksa harus kehilangan kesempatan menyaksikan laga tersebut akibat masalah teknis yang muncul pada sistem tiket.
Peristiwa ini terjadi pada hari Senin, 17 Juni 2026, ketika Kimberly Robeson tiba di Los Angeles Stadium untuk menyaksikan pertandingan penyisihan grup antara Iran melawan Selandia Baru. Kekecewaan menyelimuti Robeson saat ia mendapati bahwa tiket yang sudah dibelinya tidak dapat digunakan untuk masuk ke stadion.
Robeson menjelaskan kepada NBCLA bahwa pembelian tiket dilakukan melalui StubHub, sebuah platform penjualan tiket pihak ketiga. Namun, ketika mencoba mengakses tiket tersebut, StubHub mengarahkannya ke situs resmi tiket FIFA, di mana tiket tersebut ternyata tidak dapat diunduh atau diakses.
Duel Penentu Nasib Grup E Piala Dunia 2026: Ecuador Hadapi Tantangan Curazao di Kansas City
"Kami sedikit kecewa. Saya netral saja. Saya dari LA, ingin melihat Iran dan Selandia Baru, dan tiket kami tidak bisa diunduh," ujar Kimberly Robeson. Ia menambahkan bahwa masalahnya terletak pada proses pengunduhan tiket sekunder yang berasal dari StubHub.
Situs sekunder yang dimaksud dalam proses verifikasi ini adalah portal tiket resmi milik FIFA sendiri. FIFA menerapkan sistem tiket seluler yang tertutup untuk mencegah pemalsuan dan praktik calo tiket, sehingga akses utama harus melalui platform resmi mereka.
Dalam skema ini, penjual tiket di layanan pihak ketiga seperti StubHub wajib memulai proses transfer tiket sebelum hari pertandingan. Setelah transfer disetujui, pembeli seharusnya diarahkan ke portal FIFA untuk mengunduh tiket fisik yang sah untuk masuk ke stadion.
Terkadang, menurut informasi dari situs StubHub, tiket dan kode batang resmi FIFA baru akan terlihat atau dapat diunduh hanya beberapa jam sebelum pertandingan dimulai, bahkan setelah pembeli menerima konfirmasi transfer. Sayangnya, transfer yang dilakukan oleh penjual tiket Robeson tidak selesai tepat waktu.
Menanggapi kesulitan yang dialami banyak penggemar, StubHub mengeluarkan pernyataan yang menyalahkan infrastruktur teknologi dan perubahan aturan dari penyelenggara acara. "Banyak masalah yang dihadapi penggemar berakar dari infrastruktur teknologi penyelenggara acara yang buruk, pembatasan transfer yang baru diumumkan, dan aplikasi baru yang diluncurkan hanya sebulan sebelum acara besar seperti ini. Semua keputusan oleh penyelenggara acara ini telah menciptakan kebingungan dan penundaan yang signifikan bagi para penggemar," bunyi pernyataan StubHub.
FIFA sendiri memberikan respons tanpa membahas isu spesifik Robeson, namun menekankan pentingnya pembelian melalui jalur resmi. "FIFA.com/tickets adalah saluran penjualan tiket resmi untuk Piala Dunia FIFA 2026. FIFA dapat menjamin keabsahan dan pengiriman tiket yang dibeli melalui platform resminya," jelas pihak FIFA.