JAKARTAHYPE.COM - Aktor senior Mandra baru-baru ini menyoroti sebuah kekeliruan terminologi yang sudah mengakar kuat dalam persepsi masyarakat Indonesia terkait musik tradisional Betawi. Kesalahan ini berkaitan dengan sebutan populer yang selama ini sering digunakan publik.
Permasalahan utama yang diangkat adalah mengenai penyebutan istilah untuk musik tradisional khas Betawi tersebut. Menurut pengakuan Mandra, istilah yang selama ini sangat dikenal luas oleh masyarakat ternyata adalah sebuah kekeliruan kaprah.
Mandra secara spesifik menjelaskan bahwa popularitas penyebutan yang keliru tersebut justru bermula dan meluas akibat dampak besar dari sinetron legendaris nasional. Sinetron yang dimaksud adalah "Si Doel Anak Sekolahan" yang pernah ia bintangi.
Hal ini menjadi fokus koreksi Mandra karena pentingnya menjaga keakuratan budaya dan istilah. Ia menekankan perlunya perbaikan atas kesalahpahaman yang telah terjadi di tengah masyarakat luas.
"Hal yang kayak begitu yang perlu dibenahi. Satu contoh macam seperti apa yang tadi situ bilang, dengan adanya sebutan tanjidor," ujar Mandra saat dimintai keterangan.
Mandra melanjutkan penjelasannya mengenai inti dari persoalan yang ia maksudkan tersebut. Ia menegaskan bahwa penyebutan yang selama ini melekat pada musik tersebut adalah tidak tepat.
"Ini yang perlu diluruskan. Tanjidor itu dengan sebutan yang salah," tegas Mandra mengenai kekeliruan terminologi tersebut.
Wawancara ini berlangsung ketika Mandra ditemui secara langsung oleh awak media di lokasi yang spesifik. Tempat pertemuan tersebut adalah Studio Trans 7, yang berlokasi di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada hari kemarin.
Dikutip dari sebuah sumber, pengakuan Mandra ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana media populer dapat membentuk dan bahkan mengubah pemahaman publik terhadap warisan budaya lokal.