JAKARTA, JakartaHype.com – Dalam rangka mengurangi dampak lingkungan dari perayaan Iduladha, brand fesyen modest Indonesia, TAZA, melalui platform sosialnya, TAZA IMPACT, sukses mengganti hampir 5.000 kantong plastik sekali pakai dalam distribusi daging kurban tahun ini. Inisiatif ini dilakukan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) inovatif bertajuk “Wrapped with Purpose”.

Program ini berfokus pada penggantian kantong plastik konvensional dengan kemasan ramah lingkungan yang terbuat dari pati singkong. Bahan kemasan ini dirancang khusus agar dapat terurai lebih cepat melalui metode kompos rumahan, sejalan dengan kesadaran bahwa kebaikan seharusnya tidak meninggalkan jejak kerusakan lingkungan.

"Melalui Wrapped with Purpose, kami ingin menunjukkan bahwa setiap bentuk kebaikan dapat dilakukan dengan lebih penuh kesadaran. Bagi kami, makna berbagi tidak hanya terletak pada apa yang diberikan, tetapi juga bagaimana proses pemberian tersebut dilakukan," ujar Ashila Ramadhani, Pendiri TAZA. Ia menambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai ibadah dan kemanusiaan yang menjadi esensi Iduladha.

Aksi Nyata TAZA IMPACT

TAZA IMPACT, yang dibentuk sebagai platform inisiatif sosial TAZA, mengusung filosofi Inspired Minds Preserving Awareness, Character, & Taqwa (IMPACT). Platform ini bertujuan menumbuhkan nilai keimanan, pengetahuan, kepedulian sosial, serta kesadaran lingkungan melalui program berbasis komunitas.

Dalam pelaksanaan “Wrapped with Purpose” tahun ini, TAZA IMPACT mendistribusikan 4.915 kantong berbahan dasar singkong untuk menggantikan plastik konvensional dalam penyaluran daging kurban. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan beberapa masjid di wilayah Depok dan diperkirakan telah menjangkau sekitar 2.500 keluarga.

Berdasarkan pengukuran dampak lingkungan pasca-program, penggantian 5.000 kantong plastik konvensional ini diperkirakan memberikan beberapa pencapaian signifikan:

1. Pencegahan Limbah Plastik: Menghindari penggunaan plastik hingga 49,15 kilogram.
2. Reduksi Emisi: Menghasilkan pengurangan emisi karbon sebesar 265,41 kg CO₂e.
3. Meringankan Beban TPA: Mengurangi penggunaan ruang landfill (tempat pembuangan akhir) hingga 98,3 meter kubik serta menekan beban landfill sebesar 44.235 m³-years.
4. Perlindungan Lautan: Menghilangkan potensi kebocoran sampah plastik ke lingkungan laut yang setara dengan 393 kantong plastik.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kantong plastik konvensional yang terkontaminasi darah dan sisa daging sangat sulit didaur ulang, sehingga sering berakhir menumpuk di TPA atau mencemari lingkungan. Plastik jenis ini membutuhkan waktu lebih dari 500 tahun untuk terurai menjadi mikroplastik.