JAKARTAHYPE.COM - Perawatan skin booster semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia karena menawarkan janji kulit sehat, kenyal, dan bercahaya secara instan. Namun, untuk mencapai hasil maksimal dan memastikan prosedur berjalan aman, banyak langkah persiapan yang tidak boleh dilewatkan.

Keberhasilan prosedur injeksi ini ternyata sangat bergantung pada kondisi kulit sebelum tindakan dilakukan, terutama mengenai kebersihan kulit secara menyeluruh. Hal ini diungkapkan oleh Co-founder Eva Mulia Clinic, dr. Eddy Widjaja, yang menekankan pentingnya persiapan kulit yang matang.

Menurut dr. Eddy, banyak pasien yang belum sepenuhnya memahami urutan perawatan yang benar saat berada di klinik kecantikan. Ia menegaskan bahwa kulit harus dalam keadaan benar-benar bersih agar cairan skin booster dapat terserap maksimal tanpa menimbulkan masalah lanjutan.

"Sangat disarankan untuk melakukan facial atau pembersihan komedo dulu, tapi harus di hari yang sama SEBELUM disuntik. Langkah awal ini penting karena wajah harus dibersihkan secara total dari sisa makeup dan debu, yang kemudian dilanjutkan dengan ekstraksi komedo atau facial ringan," ujar dr. Eddy Widjaja.

Lebih lanjut, dr. Eddy menjelaskan bahwa membersihkan sumbatan komedo sebelum injeksi adalah kunci untuk meminimalkan risiko infeksi yang mungkin terjadi selama proses penyuntikan berlangsung. Kulit yang bebas sumbatan akan menjadi media yang ideal untuk booster bekerja.

Setelah tahapan pembersihan kulit selesai, langkah selanjutnya yang krusial adalah mengaplikasikan anestesi topikal. Tahap ini memerlukan waktu sekitar 30 hingga 45 menit agar krim mati rasa bekerja secara efektif.

"Krim mati rasa ini dioleskan ke seluruh wajah dan didiamkan menggunakan plastic wrap. Tujuannya agar pasien merasa nyaman dan meminimalisir rasa sakit atau cekit-cekit selama prosedur penyuntikan berlangsung," jelas dr. Eddy Widjaja mengenai fungsi anestesi.

Proses inti penyuntikan skin booster sendiri relatif singkat, memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit saja. Setelah krim anestesi dibilas, dokter akan menyuntikkan cairan booster langsung ke lapisan dermis kulit pasien.

Dokter Eddy menjelaskan variasi metode yang digunakan saat injeksi, "Untuk metodenya, bisa dilakukan secara manual menggunakan jarum kecil yang biasanya meninggalkan bentol-bentol kecil (papul) sementara, atau bisa juga menggunakan alat mesin injeksi khusus (micro injector) untuk hasil yang lebih merata," terangnya.