JAKARTAHYPE.COM - Menjadi seorang putri yang dipersiapkan untuk memimpin sebuah kerajaan di masa depan bukanlah tugas yang ringan, namun beban tersebut terasa lebih ringan berkat adanya dukungan sesama pewaris takhta. Tiga calon ratu Eropa ini menemukan kekuatan dan pemahaman melalui komunikasi pribadi yang mereka jalin.

Hal ini terungkap ketika Putri Elisabeth dari Belgia, yang baru saja menyelesaikan studi masternya, memberikan wawancara mendalam kepada media Belanda HNL. Dalam kesempatan tersebut, Putri Belgia berusia 24 tahun ini berbagi pandangannya mengenai kehidupan akademis, peran masa depannya, serta ikatan persahabatan dengan sesama pewaris tahta.

Sebelumnya, Putri Catharina-Amalia dari Belanda telah lebih dulu mengungkapkan keberadaan sebuah grup percakapan pribadi. Grup WhatsApp tersebut diisi oleh dirinya sendiri, Putri Elisabeth, dan Putri Ingrid Alexandra dari Norwegia, yang ketiganya tengah menjalani pelatihan untuk menjadi pemimpin kerajaan di masa depan.

"Kami sudah saling mengenal sejak lama dan kadang bertemu di berbagai acara," ujar Putri Elisabeth, menekankan bahwa hubungan mereka terjalin secara alami seiring waktu.

Putri Elisabeth juga menyoroti tren peningkatan jumlah perempuan yang kini berada di posisi pewaris utama kerajaan di Eropa. Ia mengakui bahwa tanggung jawab besar sebagai calon ratu merupakan tantangan yang signifikan bagi generasi mereka.

Kedekatan emosional di antara mereka menjadi mekanisme penting untuk saling menguatkan dan memberikan dukungan moral dalam menghadapi peran bersejarah yang akan diemban. "Di generasi saya ada beberapa perempuan. Kita juga melihat perubahan serupa di kerajaan lain. Kami berada di situasi yang sama. Ini tantangan yang akan kami hadapi bersama," katanya.

Jika tiba saatnya ia menggantikan Raja Philippe, Putri Elisabeth akan menorehkan sejarah sebagai Ratu Belgia yang pertama. Hal ini dimungkinkan setelah Belgia mengadopsi aturan suksesi baru yang mengutamakan hak pewaris pertama tanpa memandang jenis kelamin.

Meskipun menyadari statusnya yang bersejarah, Elisabeth menegaskan bahwa identitasnya tidak boleh semata-mata didefinisikan oleh gendernya sebagai ratu pertama. "Memang ini pertama kalinya sehingga terasa bersejarah. Itu berarti saya tidak punya contoh ratu Belgia yang memerintah untuk dijadikan panutan. Sebuah tantangan, tapi gender bukan satu-satunya hal yang mendefinisikan saya," ungkapnya.

Persahabatan antara para calon ratu muda ini sempat menarik perhatian publik secara luas pada tahun 2022. Momen tersebut terjadi saat perayaan ulang tahun ke-18 Putri Ingrid Alexandra, di mana foto resmi menunjukkan Elisabeth, Amalia, dan Ingrid Alexandra berpose mengenakan tiara bersama Putri Estelle dari Swedia dan Pangeran Charles dari Luksemburg.