JAKARTAHYPE.COM - Kisah mengejutkan datang dari influencer Ashley St. Clair, mantan kekasih Elon Musk, yang baru-baru ini membeberkan detail penawaran finansial besar yang pernah ia terima. Wanita berusia 27 tahun tersebut mengklaim menolak kesepakatan kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) bernilai fantastis, yakni sekitar US$ 40 juta atau setara Rp 718 miliar.
Peristiwa ini terungkap saat St. Clair menjadi bintang tamu dalam sebuah wawancara di podcast The Don Lemon Show. Dalam kesempatan tersebut, ia menceritakan bagaimana proses penawaran yang menurutnya cukup mendadak dan mengejutkan tersebut bermula.
Menurut pengakuan St. Clair, komunikasi awal dimulai ketika Musk mengirimkan pesan berisi instruksi untuk mentransfer dana sebesar US$ 15 juta. Dana tersebut dimaksudkan untuk membiayai pembelian rumah dan sebagai dana cadangan bagi dirinya.
Namun, beberapa hari setelah transfer awal tersebut, situasinya berubah ketika St. Clair menerima panggilan telepon dari Jared Birchall. Birchall dikenal sebagai orang kepercayaan sekaligus manajer keuangan utama dari pendiri Tesla dan SpaceX tersebut.
Dalam percakapan telepon yang panjang tersebut, Birchall mulai membahas kemungkinan adanya perjanjian kerahasiaan yang harus ditandatangani oleh St. Clair. Perjanjian ini, menurutnya, terkait dengan kerahasiaan informasi mengenai Musk.
St. Clair menyatakan bahwa ia langsung menolak mentah-mentah gagasan untuk menandatangani NDA tersebut. Ia merasa keberatan dengan persyaratan yang mengikatnya untuk bungkam mengenai Musk dan segala hal yang berkaitan dengannya.
Setelah penolakan awal, St. Clair mengklaim Musk meningkatkan tawaran finansialnya menjadi paket yang lebih besar. Paket tersebut mencakup US$ 15 juta di muka, ditambah dengan pembayaran bulanan sebesar US$ 100 ribu selama rentang waktu 20 tahun.
"Saya tidak boleh mengatakan hal buruk tentang Elon. Saya tidak boleh membicarakan apa pun, termasuk karyawannya, afiliasinya, atau hal lain terkait dirinya," ungkap St. Clair mengenai syarat-syarat yang diajukan.
Meskipun jumlah uang yang ditawarkan oleh salah satu orang terkaya dunia itu sangat menggiurkan, St. Clair menegaskan bahwa ia tetap memilih untuk menolaknya. Keputusan berat ini ia ambil bukan tanpa alasan, melainkan didasari oleh prinsip moral yang ia pegang teguh.