JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng baru-baru ini telah merealisasikan penyaluran bantuan berupa sarana dan prasarana pertanian kepada masyarakat petani setempat. Total nilai bantuan yang digelontorkan ini melampaui angka Rp 3,6 miliar.

Bantuan signifikan ini secara spesifik ditujukan kepada 30 unit subak yang tersebar di wilayah Gumi Panji Sakti, Buleleng. Alokasi dana tersebut dipastikan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun berjalan.

Fokus utama dari pengucuran dana miliaran rupiah ini adalah upaya penguatan infrastruktur irigasi yang ada di wilayah pertanian. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjamin kesinambungan produktivitas sektor pertanian daerah.

Infrastruktur irigasi yang prima diharapkan dapat secara langsung mendukung upaya Pemerintah Kabupaten dalam menjaga ketahanan pangan di Buleleng. Selain itu, sektor pariwisata yang kerap bersinggungan dengan keindahan alam sawah juga ikut diperkuat.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan bahwa sektor pertanian memegang peranan krusial dalam peta pembangunan daerah Buleleng saat ini. Oleh karena itu, sektor ini menjadi salah satu prioritas utama dalam setiap perencanaan kebijakan pemerintah daerah.

"Sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan di Buleleng," tegas I Nyoman Sutjidra.

Lebih lanjut, Bupati Sutjidra menjelaskan bahwa Pemkab Buleleng tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan prasarana fisik ini saja. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan serangkaian program pendukung lainnya untuk kemajuan para petani.

Program pendukung tersebut mencakup pemberian insentif khusus bagi setiap subak yang aktif menjalankan tugasnya. Selain itu, dilakukan juga upaya rehabilitasi dan revitalisasi terhadap jaringan irigasi yang sudah ada.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memfasilitasi pembangunan jalan usaha tani yang sangat vital untuk mobilitas hasil panen dari sawah menuju pasar. Hal ini diharapkan dapat menekan biaya logistik petani secara keseluruhan.