JAKARTAHYPE.COM - Eks Hotel Sultan kini memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian setelah resmi tidak lagi beroperasi. Masa depan fisik bangunan ikonik tersebut masih sangat bergantung pada keputusan final yang akan diambil oleh pemerintah pusat.

Saat ini, fokus utama pihak pengelola adalah menyelesaikan proses pengosongan kawasan tersebut secara menyeluruh. Langkah ini dianggap sebagai prasyarat sebelum pembahasan mengenai nasib bangunan itu dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

Pemanfaatan gedung pasca-pengosongan belum mendapatkan titik terang. Belum ada keputusan resmi yang dikeluarkan mengenai apakah bangunan tersebut akan dirobohkan atau dialihfungsikan untuk keperluan lain di masa mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Kharis Sucipto selaku kuasa hukum Menteri Sekretariat Negara dan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK). Pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah terkait langkah strategis selanjutnya.

Kharis Sucipto menegaskan bahwa saat ini belum ada penetapan akhir mengenai nasib bangunan bersejarah tersebut. Ia menyatakan bahwa fokus utama saat ini masih pada tahap pengosongan lokasi.

"Belum diputuskan," ujar Kharis Sucipto saat ditemui di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada hari Rabu, 24 Juni 2026. Pernyataan tersebut disampaikannya kepada awak media di lokasi.

Pernyataan Kharis Sucipto ini mengindikasikan bahwa proses pengambilan keputusan masih berlangsung dan perlu waktu lebih lanjut. Kementerian Sekretariat Negara dan PPKGBK masih mengutamakan penyelesaian administrasi dan fisik terkait pengosongan.

Informasi mengenai perkembangan terbaru ini disampaikan oleh Kharis Sucipto di kawasan Jl. Gatot Subroto, Kompleks Gelora Bung Karno. Perkembangan selanjutnya diharapkan dapat memberikan kepastian bagi publik mengenai aset negara tersebut.

Dilansir dari detikProperti, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan proses transisi kawasan eks hotel berjalan lancar sebelum membahas pemanfaatan jangka panjang gedung tersebut.