JAKARTAHYPE.COM - Sebuah desa dengan nama yang lazim ditemukan di Sumatera, yakni Jambi, ternyata berdiri tegak di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Desa ini terletak di Kecamatan Baron dan menyimpan sebuah narasi sejarah yang diyakini turun-temurun oleh penduduk setempat.

Keberadaan Desa Jambi ini menarik perhatian karena secara geografis sangat jauh dari Pulau Sumatera. Namun, desa ini memiliki keterkaitan erat dengan sejarah maritim Nusantara, khususnya Kerajaan Sriwijaya yang pernah berjaya.

Kisah yang beredar di kalangan warga mengaitkan nama desa ini dengan kedatangan rombongan pasukan yang berasal dari wilayah Melayu, yang notabene adalah inti dari kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada masa lampau yang cukup jauh.

Peristiwa penting yang menjadi landasan cerita ini adalah dugaan pendaratan dan pertempuran yang dilakukan oleh pasukan tersebut di wilayah yang kini dikenal sebagai Anjuk Ladang. Anjuk Ladang sendiri merupakan nama kuno bagi wilayah Kabupaten Nganjuk.

Secara kronologis, peristiwa bersejarah ini diperkirakan terjadi pada masa kepemimpinan Raja Pu Sindok. Periode pemerintahan Raja Pu Sindok ini diperkirakan terjadi sekitar abad ke-10 Masehi dalam catatan sejarah kerajaan-kerajaan kuno di Jawa Timur.

Kisah mengenai pasukan Sriwijaya yang singgah dan terlibat pertempuran di wilayah Nganjuk ini merupakan bagian penting dari memori kolektif masyarakat Desa Jambi, Kecamatan Baron. Cerita ini terus dihidupkan dan diceritakan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Hal ini menunjukkan betapa luasnya jangkauan pengaruh dan pergerakan militer Kerajaan Sriwijaya, bahkan hingga mencapai wilayah timur Pulau Jawa pada masa kejayaannya. Peristiwa ini menjadi penanda interaksi antarwilayah di Nusantara kuno.

Dikutip dari artikel aslinya, "Desa Jambi di Kecamatan Baron, Nganjuk, menyimpan cerita yang terus hidup dari generasi ke generasi." Narasi ini menegaskan bahwa tradisi lisan mengenai asal-usul desa ini masih sangat kuat dipertahankan oleh warga.

Lebih lanjut, sumber berita tersebut juga menjelaskan konteks historisnya, "Pasukan itu konon pernah singgah dan bertempur di wilayah Anjuk Ladang pada masa pemerintahan Pu Sindok sekitar abad ke-10 silam." Keterangan ini menguatkan dugaan adanya kontak militer antara kekuatan maritim Sumatera dengan penguasa lokal Jawa Timur saat itu.