JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden yang menghebohkan jagat maya baru-baru ini melibatkan dugaan tindak pelecehan seksual yang dialami seorang pendaki wanita saat berada di kawasan Gunung Merbabu. Kejadian ini mencuat setelah adanya unggahan viral di platform media sosial X yang memicu perhatian publik luas.

Perkara ini bermula dari sebuah utas (thread) yang dibagikan oleh akun X dengan nama pengguna @itsb nd, yang merupakan milik korban. Dalam cuitan tersebut, pendaki wanita ini secara eksplisit menceritakan pengalaman mengerikan yang dialaminya selama pendakian.

Secara spesifik, korban mengklaim bahwa tindakan pelecehan seksual tersebut dilakukan oleh pemandu yang ia sewa jasanya untuk menemani pendakian. Tindakan tidak senonoh itu diduga terjadi ketika korban dan pemandu berada di dalam tenda.

Detail mengerikan yang dibagikan adalah adanya dugaan perabaan pada bagian tubuh sensitif korban yang dilakukan oleh pemandu tersebut. Kejadian ini menimbulkan gelombang simpati sekaligus kemarahan di kalangan warganet.

Selain dugaan pelecehan, pendaki wanita yang diketahui berinisial F (26) tersebut juga mengungkapkan kekecewaan mendalam atas pelayanan pemandu. Korban merasa telah ditipu oleh pemandu yang dikenalnya melalui jejaring media sosial.

Kronologi kejadian ini bermula saat F (26) menjalin komunikasi awal dengan pihak pemandu, yang diidentifikasi berinisial H (29) dan diketahui berasal dari daerah Grobogan. Pertemuan dan kesepakatan jasa ini terjalin melalui interaksi daring sebelum pendakian dilaksanakan.

"Viral di medsos, pendaki wanita bercerita jadi korban pelecehan seksual yang dilakukan pemandu," tulis akun X tersebut, merangkum inti permasalahan yang dihadapinya. Hal ini menggarisbawahi bagaimana media sosial menjadi wadah utama pengungkapan kasus ini.

Lebih lanjut, dalam narasi yang dibagikan, terungkap bahwa bagian tubuh sensitif pendaki itu diraba-raba di dalam tenda oleh oknum pemandu. Hal ini menjadi inti dari tuduhan pelecehan seksual yang kini sedang menjadi sorotan publik.

Dikutip dari akun X @itsbnd, pendaki tersebut juga merasa ditipu dengan pemandu yang ia sewa. Pernyataan ini menunjukkan bahwa unsur penipuan terkait jasa pendakian juga menjadi bagian dari keluhan yang disampaikan korban.