JAKARTAHYPE.COM - Disneyland sering diasosiasikan sebagai 'tempat paling bahagia di dunia' tempat impian banyak orang terwujud. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian bagi mereka yang bekerja sebagai penghibur karakter, khususnya para putri Disney. Sejumlah mantan pemeran putri mulai membagikan sisi gelap pengalaman kerja mereka di balik fasad kegembiraan tersebut.
Salah satu isu utama yang diangkat adalah tingginya risiko pelecehan yang harus dihadapi para pemeran saat berinteraksi dengan pengunjung. Pekerjaan sebagai putri Disney World menuntut mereka untuk selalu berada dalam peran, bahkan ketika menghadapi perilaku tidak pantas dari tamu taman hiburan.
Hunter Haag, yang pernah memerankan karakter seperti Belle dan Rapunzel antara tahun 2016 hingga 2021, menyoroti pentingnya menjaga karakter dalam situasi sulit. Ia menekankan bahwa integritas karakter adalah prioritas utama bagi para penghibur di sana.
"Integritas karakter adalah nomor satu. Kamu tidak akan merusak karakter jika seseorang mencoba menghancurkannya," ungkap mantan pemain Disney World tersebut, sebagaimana Dikutip dari Daily Mail.
Hunter menceritakan pengalamannya menghadapi interaksi yang tidak nyaman, termasuk insiden dengan seorang ayah yang datang bersama keluarga. Pria tersebut dilaporkan melakukan gerakan tidak senonoh dengan lidahnya meskipun sedang bersama istri dan anak-anaknya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Alyssa Klinzing, mantan aktris yang pernah memerankan Putri Elsa dan beberapa karakter lainnya. Ia merasa terjebak karena aturan ketat yang mengharuskan mereka tetap profesional meski dilecehkan.
Alyssa mengingat kejadian mengerikan ketika seorang tamu pria melakukan tindakan yang melampaui batas selama pertemuan yang seharusnya rutin. "Tamu itu pada dasarnya memelukku, lalu mengendusku dari bahu sampai ke telinga saya dengan bibirnya menempel di kulit dan berbisik di telingaku bahwa dia bermimpi kotor tentangku. Aku pada dasarnya membeku ketakutan," kata Alyssa.
Kondisi ini diperparah karena aturan mengharuskan para putri tetap dalam karakter, yang justru memungkinkan pelaku merasa tidak mendapat konsekuensi. Alyssa menjelaskan bagaimana tamu tersebut bertindak lebih jauh, bahkan mencoba menyentuh bagian pribadi tubuhnya.
"Dia memasukkan tangannya ke bawah jubahku, sehingga tidak ada yang bisa melihat di mana tangannya berada, dan dia mencoba memasukkan tangannya ke dalam rokku dan mencoba membuka ritsleting bagian belakang rokku," jelas Alyssa.