JAKARTAHYPE.COM - Ketua Umum Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Putrama Wahju Setyawan, memberikan klarifikasi mengenai kondisi perbankan milik negara di tengah adanya tekanan pada harga saham di bursa domestik. Pernyataan ini penting disampaikan untuk meredam kekhawatiran investor mengenai kesehatan bank-bank BUMN.

Putrama, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), menegaskan bahwa secara fundamental, kinerja bank-bank BUMN berada dalam kondisi yang sangat baik dan solid. Hal ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers resmi di Jakarta Pusat pada hari Selasa (9/6).

Keterangan ini disampaikan seiring dengan kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat bergerak di level 5.000-an, meskipun pada perdagangan hari itu saham perbankan mulai menunjukkan tren kenaikan.

"Dapat kami sampaikan bahwa secara fundamental kinerja di Himbara ini sangat bagus dan saat ini adalah kinerja terbaiknya Himbara," kata Putrama Wahju Setyawan, menegaskan optimisme terhadap kondisi perbankan BUMN.

Menurut Putrama, laporan mengenai kondisi fundamental yang kuat ini telah disampaikan langsung kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Berbagai indikator utama menunjukkan kesehatan sektor perbankan BUMN yang prima.

Indikator tersebut mencakup pertumbuhan kredit yang positif, tingginya penghimpunan dana masyarakat, serta terjaganya kualitas aset secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa gejolak pasar saham belum memengaruhi kinerja operasional inti bank-bank tersebut.

Lebih lanjut, Putrama memaparkan bahwa rata-rata pertumbuhan kredit yang berhasil dicatatkan oleh bank-bank Himbara berada di kisaran 20 persen. Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan angka yang lebih impresif, yaitu antara 20 hingga 30 persen.

Terkait likuiditas, kondisi perbankan BUMN juga disebut tetap terjaga dengan baik, ditunjukkan oleh Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berada pada rentang 88 persen hingga 90 persen.

"Kemudian selain itu juga loan loss reserve, credit cost juga terjaga, rata-rata NPL ada di bawah kisaran 2 persen," ujar Putrama Wahju Setyawan, merinci indikator kesehatan aset bank.