JAKARTAHYPE.COM - Aktivitas warga yang memanfaatkan struktur Bendung Pleret di Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Kota Semarang sebagai wahana bermain seluncuran air kembali menarik perhatian publik. Fenomena ini terjadi seiring dengan kondisi debit air yang dinilai relatif rendah oleh pengamat di lokasi.
Pantauan yang dilakukan oleh awak media di kawasan BKB pada hari Rabu, tanggal 8 Juli, sekitar pukul 16.30 WIB, menunjukkan adanya sejumlah anak-anak yang asyik bermain. Mereka memanfaatkan bidang miring yang ada pada struktur bendungan tersebut untuk kegiatan berseluncur.
Kondisi debit air di lokasi pada saat pengamatan berlangsung tampak tidak terlalu deras atau mengalir deras. Hal ini memungkinkan para bocah untuk melakukan aktivitas tersebut dengan relatif aman karena arus sungai tidak terlalu kuat.
Para anak-anak tersebut terlihat menaiki permukaan bendungan yang lebih tinggi sebelum kemudian meluncur ke bagian bawah. Ekspresi kegembiraan dan keceriaan tampak jelas terpancar dari wajah mereka selama bermain di area tersebut.
Selain aktivitas seluncuran, terlihat juga beberapa orang dewasa yang berada di sekitar bendungan. Mereka tampak sedang menikmati waktu dengan kegiatan memancing di area perairan yang berdekatan dengan lokasi bermain tersebut.
Perlu dipertimbangkan mengenai aspek keamanan dan regulasi terkait penggunaan infrastruktur vital seperti bendungan untuk rekreasi semacam ini. Meskipun terlihat menyenangkan, risiko keselamatan selalu menyertai aktivitas di dekat aliran air.
Aktivitas ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai apakah tindakan berseluncur di struktur bendungan tersebut diperbolehkan secara resmi oleh otoritas terkait. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan publik.
Dilansir dari detikJateng, aktivitas seluncuran air di Bendung Pleret kembali terlihat pada Rabu (8/7) sekitar pukul 16.30 WIB. "Sejumlah anak-anak terlihat bermain seluncuran di bendungan tersebut," demikian catatan pengamatan di lapangan.
Lebih lanjut, mengenai bagaimana mereka melakukan kegiatan tersebut, disebutkan bahwa para pengunjung memanfaatkan bidang miring bendungan untuk bermain. "Mereka memanfaatkan bidang miring bendungan untuk bermain," menurut observasi yang dilakukan.