JAKARTAHYPE.COM - Amerika Serikat saat ini tengah menjadi tuan rumah perhelatan akbar sepak bola dunia, yaitu Piala Dunia 2026, yang menarik banyak perhatian internasional.

Kedatangan puluhan ribu turis mancanegara ini secara tidak langsung telah menyoroti perbedaan budaya, terutama mengenai etika memberi tip di sektor jasa makanan.

Fenomena ini mendadak menjadi topik hangat dalam diskusi publik di negara tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung asing.

Kekhawatiran muncul karena banyak turis internasional yang dilaporkan tidak membiasakan diri memberikan tip saat mereka selesai bersantap di restoran.

Sebagai respons terhadap kebiasaan yang kontras ini, beberapa restoran di Amerika Serikat dilaporkan mulai mengambil langkah antisipatif. Mereka kini memberlakukan penambahan biaya layanan secara otomatis (automatic gratuity) pada tagihan pengunjung.

Kebudayaan memberi tip telah mengakar kuat dalam sistem layanan jasa di Amerika Serikat, seringkali menjadi bagian penting dari pendapatan para pekerja restoran.

Langkah penerapan tip otomatis ini bertujuan untuk memastikan para pekerja tetap mendapatkan kompensasi yang sesuai, meskipun ada perbedaan norma budaya dari para turis.

Hal ini terjadi karena "banyak turis mancanegara yang tidak memberikan tip saat makan di restoran," sebagaimana menjadi perhatian utama dalam diskusi publik saat ini.

Dilansir dari beberapa sumber berita, peningkatan kunjungan wisatawan seiring Piala Dunia 2026 menjadi katalisator utama bagi perubahan kebijakan sementara di beberapa tempat makan.