JAKARTAHYPE.COM - Menikmati secangkir kopi di pagi hari telah menjadi ritual yang tak terpisahkan bagi banyak orang sebelum memulai aktivitas harian mereka. Namun, ternyata waktu konsumsi kopi ini bisa sangat berpengaruh pada tingkat energi tubuh sepanjang hari.

Fenomena umum yang sering disalahpahami adalah efek langsung dari kafein yang memberikan dorongan energi instan. Padahal, bagi sebagian orang, terutama yang minum kopi saat perut kosong, efek tersebut hanya bersifat sementara.

Minum kopi sebelum sarapan dilaporkan dapat memicu lonjakan energi yang singkat, namun diikuti dengan penurunan drastis. Kondisi ini seringkali membuat tubuh terasa sangat lemas dan kurang bertenaga saat memasuki waktu siang hari.

Ahli kesehatan menjelaskan bahwa perut kosong dapat mempercepat penyerapan kafein ke dalam aliran darah. Hal ini menyebabkan reaksi tubuh yang lebih cepat, termasuk peningkatan gula darah yang kemudian anjlok.

"Saat perut kosong, kafein diserap lebih cepat, memicu lonjakan gula darah yang kemudian diikuti penurunan cepat," demikian penjelasan dari seorang ahli yang dikutip dari sumber berita. Pernyataan ini menggarisbawahi mekanisme biologis di balik rasa lemas yang muncul.

Penurunan gula darah yang drastis ini, yang dikenal sebagai hipoglikemia reaktif, dapat menimbulkan gejala seperti kelelahan, pusing, dan sulit berkonsentrasi. Hal ini tentu sangat mengganggu produktivitas di siang hari.

Oleh karena itu, disarankan untuk tidak menjadikan kopi sebagai pengganti sarapan atau minuman pertama saat perut masih kosong. Memberikan tubuh asupan nutrisi terlebih dahulu akan membantu menstabilkan metabolisme.

"Sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan terlebih dahulu sebelum minum kopi, terutama jika Anda rentan terhadap fluktuasi energi," demikian saran yang disampaikan oleh seorang pakar kesehatan. Saran ini menekankan pentingnya keseimbangan nutrisi.

Strategi yang lebih tepat adalah menikmati kopi setelah sarapan atau setidaknya setelah mengonsumsi sedikit makanan ringan. Hal ini akan membantu memperlambat penyerapan kafein dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.