JAKARTAHYPE.COM - Situasi lalu lintas penerbangan di sejumlah bandara yang tersebar di Benua Eropa dilaporkan mengalami peningkatan kepadatan yang signifikan belakangan ini. Peningkatan jumlah penumpang ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi terjadinya penundaan atau keterlambatan jadwal keberangkatan.
Kepadatan yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh tingginya volume lalu lintas penerbangan musiman saja, tetapi juga diperburuk oleh faktor regulasi baru. Salah satu faktor utama adalah penerapan sistem Entry/Exit System (EES) yang mulai berlaku di wilayah Uni Eropa.
Sistem EES ini dirancang untuk memperketat pengawasan perbatasan bagi pelancong yang berasal dari luar Uni Eropa. Mekanisme pemeriksaan yang baru ini memerlukan proses verifikasi yang lebih mendalam dibandingkan sebelumnya.
Proses pemeriksaan yang lebih detail tersebut mencakup kewajiban pengambilan data biometrik dari setiap wisatawan non-UE. Hal ini secara otomatis diprediksi akan menambah durasi waktu yang dibutuhkan di pos pemeriksaan perbatasan.
Berdasarkan riset terbaru yang dilakukan oleh AirAdvisor, beberapa negara secara spesifik menunjukkan potensi masalah yang lebih tinggi. Negara-negara tersebut meliputi Yunani dan Spanyol yang tercatat memiliki frekuensi bandara yang sering mengalami penundaan.
Hasil riset tersebut menyoroti bahwa Bandara Milan Bergamo di Italia memiliki risiko penundaan penerbangan tertinggi di antara semua bandara Eropa. Ini menjadi perhatian khusus bagi operator bandara dan maskapai penerbangan di kawasan tersebut.
Dilansir dari Express, Minggu (28/6/2026), hasil analisis AirAdvisor mengidentifikasi bahwa kombinasi faktor menyebabkan potensi penundaan ini semakin meningkat. Peningkatan trafik dan proses biometrik menjadi dua variabel utama yang saling berkontribusi.
"Yunani dan Spanyol menjadi negara dengan jumlah bandara yang paling sering mengalami keterlambatan," ujar perwakilan dari AirAdvisor.
Selain itu, riset tersebut juga menegaskan posisi Bandara Milan Bergamo sebagai titik fokus utama dengan potensi delay paling tinggi saat ini. "Sementara Bandara Milan Bergamo, Italia, menempati posisi teratas sebagai bandara dengan potensi delay paling tinggi," tambah mereka.