JAKARTAHYPE.COM - Memasuki periode pertengahan tahun, kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan tren Hari Tanpa Hujan (HTH) yang bervariasi. Kondisi ini menjadi penanda penting dalam pemetaan potensi bencana hidrometeorologi serta kesiapan menghadapi musim kemarau yang akan datang secara bertahap.
Secara umum, mayoritas wilayah di Indonesia saat ini tengah mengalami periode hari tanpa hujan dengan durasi yang tergolong pendek hingga sangat pendek. Tren ini menunjukkan bahwa transisi menuju musim kemarau belum sepenuhnya merata di seluruh bentang nusantara.
Data menunjukkan bahwa sebanyak 47,96% dari wilayah Indonesia saat ini tercatat berada dalam kategori HTH sangat pendek. Kategori ini didefinisikan sebagai periode di mana curah hujan tidak tercatat selama satu hingga lima hari berturut-turut.
Namun, di tengah dominasi HTH pendek, terdapat kantong-kantong wilayah yang menunjukkan kondisi kekeringan yang lebih signifikan dan patut diwaspadai. Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun kemarau datang bertahap, beberapa daerah sudah merasakan dampak kekeringan yang lebih panjang.
Sebanyak 20 lokasi spesifik di Indonesia, yang merepresentasikan 0,44% dari total wilayah, telah memasuki kategori HTH panjang. Wilayah-wilayah ini dilaporkan tidak mengalami hujan selama rentang waktu 21 hingga 30 hari berturut-turut.
Lebih lanjut, satu lokasi tercatat mengalami kondisi kekeringan ekstrem yang paling panjang selama periode observasi terkini. Lokasi tersebut berada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang menunjukkan akumulasi hari tanpa hujan mencapai 31 hari.
Ribuan Suporter Penuhi Area Luar Lenovo Center, Semarakkan Suasana Jelang Game 2 Hurricanes
"Sebanyak 47,96% berada dalam HTH kategori sangat pendek (1 – 5 hari)," demikian disampaikan dalam analisis potensi cuaca untuk periode 5 hingga 11 Juni 2026. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah masih dalam fase awal peralihan musim.
Sementara itu, mengenai kondisi ekstrem, terdapat catatan bahwa "sebanyak 20 lokasi (0,44%) masuk dalam kategori HTH panjang (21 – 30 hari) dan 1 lokasi (0,02%) masuk dalam kategori HTH sangat panjang (31 hari), yaitu di Kab. Banyumas, Jawa Tengah," menurut analisis tersebut.
Meskipun pola kemarau mulai terlihat, perlu diperhatikan bahwa potensi terjadinya cuaca ekstrem di beberapa daerah belum sepenuhnya menurun. Hal ini memerlukan kewaspadaan ekstra dari pemerintah daerah dan masyarakat terkait potensi bencana susulan.