JAKARTA, JakartaHype.com Jobstreet by SEEK membagikan lima pelajaran kepemimpinan dan pengembangan karier penting bagi para profesional Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemimpin muda. Wawasan ini dirangkum dari episode ketiga podcast Power Talks bersama Suryo Sasono, seorang pemimpin HR yang telah meniti karier hingga posisi strategis.

Diskusi tersebut menyoroti pentingnya membangun karier secara berkelanjutan melalui konsistensi, penerapan pola pikir sistematis, pemahaman bisnis yang mendalam, hingga pentingnya mengadopsi prinsip kerendahan hati saat memasuki lingkungan kerja baru.

Berikut adalah lima pelajaran karier dan kepemimpinan krusial yang disoroti dari diskusi tersebut:

1. Karier adalah Maraton, Bukan Sprint yang Dibangun Lewat Konsistensi
Suryo Sasono menekankan bahwa akselerasi karier bukanlah semata-mata hasil keberuntungan. Menurutnya, pencapaian signifikan merupakan akumulasi dari disiplin, kerja keras, dan proses belajar yang dijalani secara konsisten dalam jangka panjang. Perspektif ini menggarisbawahi bahwa pertumbuhan karier yang sehat dibangun dari kebiasaan berulang, bukan pencapaian instan.

2. Menerapkan Pola Pikir Engineering untuk Kerja Lebih Sistematis
Berbekal latar belakang teknik, Suryo menerapkan cara berpikir terstruktur dalam memecahkan persoalan organisasi. Pendekatan ini membantunya memetakan hambatan, mengurai bottleneck, dan memperbaiki proses kerja menjadi lebih efisien. Bagi fungsi HR, pola pikir sistematis ini penting agar SDM tidak hanya fokus pada kebijakan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi terukur bagi bisnis.

3. Memperkuat Peran HR dengan Perspektif Bisnis
Salah satu titik balik penting dalam perjalanan karier Suryo adalah pengalaman yang memperluas sudut pandangnya mengenai bagaimana bisnis memandang fungsi HR. Ia meyakini bahwa HR harus memahami bahasa bisnis, target organisasi, dan kebutuhan lintas fungsi agar dapat berkontribusi secara strategis. Dengan demikian, HR dapat bertransformasi dari fungsi pendukung menjadi bagian integral dalam pengambilan keputusan.

4. Mengadopsi Prinsip Empty Glass Saat Memasuki Organisasi Baru
Suryo menilai bahwa kerendahan hati untuk mendengarkan adalah kualitas penting dalam kepemimpinan. Saat memasuki organisasi baru, ia menganjurkan penerapan prinsip empty glass—memahami konteks, mendengarkan kebutuhan, dan membaca dinamika internal organisasi sebelum mendorong perubahan. Pendekatan ini memastikan transformasi yang dilakukan relevan dan berkelanjutan.

5. HR Kuat Mampu Membuat Semua Pemimpin Berpikir Seperti HR
Ukuran keberhasilan fungsi HR, menurut Suryo, terletak pada kemampuannya membangun pola pikir people leadership di seluruh organisasi. HR yang efektif harus mampu menjadi jembatan yang mendorong para pemimpin bisnis untuk ikut memikirkan karyawan, engagement, dan perkembangan organisasi. Hal ini menjadikan pengelolaan SDM sebagai tanggung jawab bersama di tingkat kepemimpinan.

"Bagi saya, karier itu seperti maraton. Hasil akhirnya mungkin terlihat di permukaan, tetapi yang membentuknya adalah proses panjang, disiplin, dan konsistensi yang sering kali tidak terlihat. Dalam peran HR, hal yang sama juga berlaku: kita perlu berpikir sistematis, memahami bisnis, dan tetap rendah hati untuk terus belajar di setiap konteks baru,” ungkap Suryo Sasono.